{"id":2116,"date":"2025-12-03T06:24:23","date_gmt":"2025-12-02T23:24:23","guid":{"rendered":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?p=2116"},"modified":"2026-01-05T12:35:09","modified_gmt":"2026-01-05T05:35:09","slug":"dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/","title":{"rendered":"Dampak AI pada Pekerjaan IT: Bagaimana Cara Pekerja IT Bertahan di Tengah Revolusi AI"},"content":{"rendered":"<p>Gelombang <a href=\"https:\/\/nusawork.com\/blog\/tag\/ai-generatif\/\"><b>AI Generatif<\/b><\/a> telah melampaui fase euforia dan kini memasuki fase implementasi massal. Alat-alat yang dapat menghasilkan kode, teks, dan gambar berkualitas tinggi dalam hitungan detik telah mengubah lansekap pekerjaan secara fundamental. Pertanyaan utamanya bukan lagi apakah <b>Dampak AI pada pekerjaan IT<\/b> itu nyata, melainkan bagaimana para profesional harus segera beradaptasi untuk tetap relevan. Bagi banyak profesional, memasuki Era <a href=\"https:\/\/nusawork.com\/blog\/tag\/prompt-engineer\/\"><b><i>Prompt Engineer<\/i><\/b><\/a> adalah kunci untuk bertahan dan berkembang.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Redefinisi Peran Teknis: Dari <i>Coder<\/i> menjadi Arsitek Sistem<\/h2>\n<p>Dampak paling langsung terasa di kalangan pengembang (<i>developer<\/i>). Sebelumnya, sebagian besar waktu <i>programmer<\/i> dihabiskan untuk menulis <i>boilerplate code<\/i> atau melakukan <i>debugging<\/i> dasar. Namun demikian, <i>tools<\/i> seperti GitHub Copilot dan <i>Large Language Models<\/i> (LLMs) lainnya kini mampu menangani 60-80% tugas <i>coding<\/i> rutin tersebut.<\/p>\n\n<p>Ini bukan berarti pekerjaan <i>programmer<\/i> akan hilang. Sebaliknya, peran tersebut mengalami elevasi. Oleh karena itu, <a href=\"https:\/\/nusawork.com\/blog\/tag\/tenaga-kerja-digital\/\"><b>Tenaga Kerja Digital<\/b><\/a> di bidang <i>development<\/i> kini dituntut untuk:<\/p>\n<ol start=\"1\" data-path-to-node=\"11\">\n<li>\n<p><b>Berpikir Arsitektural:<\/b> Fokus pada desain sistem yang kompleks, integrasi <i>backend<\/i>, dan <i>scalability<\/i> yang tidak dapat dilakukan oleh AI.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><b>Menguasai <i>Prompt Engineering<\/i><\/b>: Mampu berkomunikasi secara efektif dengan AI untuk mendapatkan kode yang presisi, aman, dan sesuai konteks bisnis.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Analisis <b>Dampak AI pada Pekerjaan IT<\/b>: Pergeseran dari Tugas Rutin ke Keterampilan Strategis<\/h2>\n<p><b>Dampak AI pada pekerjaan IT<\/b> tidak terbatas pada kode. Desainer grafis, <i>UX Writer<\/i>, dan profesional konten juga merasakan gelombang otomasi. Alat seperti Midjourney, DALL-E, atau Claude dapat menghasilkan <i>draft<\/i> visual dan teks awal dalam waktu singkat.<\/p>\n<p><b>Sebagai tambahan<\/b>, <i>skill<\/i> yang dulu dianggap premium\u2014seperti <i>copywriting<\/i> dasar atau membuat <i>layout<\/i> situs\u2014kini menjadi <i>commodity<\/i>. Profesional di ranah ini harus segera melakukan <a href=\"https:\/\/nusawork.com\/blog\/tag\/reskilling-dan-upskilling\/\"><b>Reskilling dan Upskilling<\/b><\/a> dengan beralih fokus dari eksekusi (<i>hands-on creation<\/i>) ke:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p><b>Kurasi Kualitas:<\/b> Menentukan apakah <i>output<\/i> AI sesuai dengan <i>brand voice<\/i> dan etika.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><b>Strategi Kreatif:<\/b> Mengembangkan konsep <i>campaign<\/i> dan narasi yang autentik, sesuatu yang masih memerlukan kecerdasan emosional dan pemahaman budaya manusia.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Keterampilan Kognitif sebagai Nilai Jual Baru<\/h2>\n<p>Dalam perlombaan dengan AI, <b>Keterampilan Kognitif<\/b> menjadi mata uang baru. AI Generatif unggul dalam kecepatan dan replikasi data yang ada, tetapi ia gagal dalam:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p><b>Pemecahan Masalah Kompleks (Problem-Solving):<\/b> Khususnya masalah yang belum pernah terjadi sebelumnya atau yang memerlukan pertimbangan moral\/etika.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><b><i>Critical Thinking<\/i>:<\/b> Kemampuan mengevaluasi <i>output<\/i> AI secara skeptis dan menemukan bias atau potensi kesalahan faktual.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Maka dari itu, investasi dalam Reskilling dan Upskilling harus diprioritaskan pada keterampilan yang bersifat manusiawi (seperti <i>leadership<\/i>, komunikasi, dan <i>system thinking<\/i>), karena inilah yang membedakan Tenaga Kerja Digital dengan mesin.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Memahami Peran Kunci Baru: <i>Prompt Engineer<\/i><\/h2>\n<p>Era <strong><i>Prompt Engineer<\/i> <\/strong>adalah cerminan dari kebutuhan pasar yang baru. Peran ini adalah salah satu pekerjaan paling dicari, di mana profesional bertanggung jawab merancang perintah yang sempurna agar AI memberikan <i>output<\/i> yang optimal, efisien, dan aman.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, bagi Anda yang sedang mempertimbangkan <b>Dampak AI pada pekerjaan IT<\/b> pada karier, ini adalah momentum terbaik untuk mengarahkan <i>skill<\/i> Anda ke area <i>hybrid<\/i> di mana pemahaman teknis bertemu dengan etika, strategi, atau desain yang bernilai tinggi.<\/p>\n<p>Adaptasi cepat adalah keharusan. <i>Reskilling<\/i> hari ini, yang berfokus pada <b>Keterampilan Kognitif<\/b> dan <i>Prompt Engineering<\/i>, menentukan posisi Anda di masa depan <b>Tenaga Kerja Digital<\/b>.<\/p>\n<hr \/>\n<p><em><b>Apakah perusahaan Anda siap untuk menerapkan\u00a0<a href=\"https:\/\/nusawork.com\/berlangganan-nusawork-hris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">aplikasi HRIS<\/a>?\u00a0<\/b>Hubungi tim\u00a0<a href=\"https:\/\/nusawork.com\/contact-us\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nusawork<\/a>\u00a0untuk demo gratis dan buktikan sendiri bagaimana\u00a0<a href=\"https:\/\/nusawork.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">HRIS<\/a>\u00a0mengubah cara Anda kelola karyawan menjadi lebih cerdas, cepat, dan berdampak.\u00a0<b>Nusawork &#8211; to make people smile.<\/b><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gelombang AI Generatif telah melampaui fase euforia dan kini memasuki fase implementasi massal. Alat-alat yang dapat menghasilkan kode, teks, dan gambar berkualitas tinggi dalam hitungan detik telah mengubah lansekap pekerjaan secara fundamental. Pertanyaan utamanya bukan lagi apakah Dampak AI pada pekerjaan IT itu nyata, melainkan bagaimana para profesional harus segera beradaptasi untuk tetap relevan. Bagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2118,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,186],"tags":[472,476,473,477,475,474],"class_list":["post-2116","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dunia-hr","category-perusahaan","tag-ai-generatif","tag-keterampilan-kognitif","tag-otomasi-pekerjaan","tag-prompt-engineer","tag-reskilling-dan-upskilling","tag-tenaga-kerja-digital"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dampak AI pada Pekerjaan IT: Bagaimana Cara Pekerja IT Bertahan di Tengah Revolusi AI<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gelombang AI Generatif telah melampaui fase euforia dan kini memasuki fase implementasi massal. Alat-alat yang dapat menghasilkan kode, teks, dan gambar\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dampak AI pada Pekerjaan IT: Bagaimana Cara Pekerja IT Bertahan di Tengah Revolusi AI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gelombang AI Generatif telah melampaui fase euforia dan kini memasuki fase implementasi massal. Alat-alat yang dapat menghasilkan kode, teks, dan gambar\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nusawork Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-02T23:24:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-05T05:35:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/12\/era-prompt-engineer-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"nusawork\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"nusawork\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/\",\"name\":\"Dampak AI pada Pekerjaan IT: Bagaimana Cara Pekerja IT Bertahan di Tengah Revolusi AI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/12\/era-prompt-engineer-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai.jpg\",\"datePublished\":\"2025-12-02T23:24:23+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-05T05:35:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/8be1f4684a7f9c79fb89b7b1daa278c6\"},\"description\":\"Gelombang AI Generatif telah melampaui fase euforia dan kini memasuki fase implementasi massal. Alat-alat yang dapat menghasilkan kode, teks, dan gambar\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/12\/era-prompt-engineer-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/12\/era-prompt-engineer-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720,\"caption\":\"Dampak AI pada pekerjaan IT: Bagaiman Cara Pekerja IT Bertahan di Tengah Revolusi AI\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dampak AI pada Pekerjaan IT: Bagaimana Cara Pekerja IT Bertahan di Tengah Revolusi AI\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/\",\"name\":\"Nusawork Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/8be1f4684a7f9c79fb89b7b1daa278c6\",\"name\":\"nusawork\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e97e4bef73a9b6c67b5c4650574248020e76349e6b73f794d0c0b1a5b652195b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e97e4bef73a9b6c67b5c4650574248020e76349e6b73f794d0c0b1a5b652195b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"nusawork\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/nusawork.local\"],\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/author\/nusawork\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dampak AI pada Pekerjaan IT: Bagaimana Cara Pekerja IT Bertahan di Tengah Revolusi AI","description":"Gelombang AI Generatif telah melampaui fase euforia dan kini memasuki fase implementasi massal. Alat-alat yang dapat menghasilkan kode, teks, dan gambar","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dampak AI pada Pekerjaan IT: Bagaimana Cara Pekerja IT Bertahan di Tengah Revolusi AI","og_description":"Gelombang AI Generatif telah melampaui fase euforia dan kini memasuki fase implementasi massal. Alat-alat yang dapat menghasilkan kode, teks, dan gambar","og_url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/","og_site_name":"Nusawork Blog","article_published_time":"2025-12-02T23:24:23+00:00","article_modified_time":"2026-01-05T05:35:09+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/12\/era-prompt-engineer-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"nusawork","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"nusawork","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/","name":"Dampak AI pada Pekerjaan IT: Bagaimana Cara Pekerja IT Bertahan di Tengah Revolusi AI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/12\/era-prompt-engineer-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai.jpg","datePublished":"2025-12-02T23:24:23+00:00","dateModified":"2026-01-05T05:35:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/8be1f4684a7f9c79fb89b7b1daa278c6"},"description":"Gelombang AI Generatif telah melampaui fase euforia dan kini memasuki fase implementasi massal. Alat-alat yang dapat menghasilkan kode, teks, dan gambar","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/#primaryimage","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/12\/era-prompt-engineer-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai.jpg","contentUrl":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/12\/era-prompt-engineer-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai.jpg","width":1280,"height":720,"caption":"Dampak AI pada pekerjaan IT: Bagaiman Cara Pekerja IT Bertahan di Tengah Revolusi AI"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/dampak-ai-pada-pekerjaan-it-bagaimana-cara-pekerja-it-bertahan-di-tengah-revolusi-ai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dampak AI pada Pekerjaan IT: Bagaimana Cara Pekerja IT Bertahan di Tengah Revolusi AI"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/","name":"Nusawork Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/8be1f4684a7f9c79fb89b7b1daa278c6","name":"nusawork","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e97e4bef73a9b6c67b5c4650574248020e76349e6b73f794d0c0b1a5b652195b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e97e4bef73a9b6c67b5c4650574248020e76349e6b73f794d0c0b1a5b652195b?s=96&d=mm&r=g","caption":"nusawork"},"sameAs":["http:\/\/nusawork.local"],"url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/author\/nusawork\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2116"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2116\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2119,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2116\/revisions\/2119"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}