{"id":1732,"date":"2025-04-16T23:59:50","date_gmt":"2025-04-16T23:59:50","guid":{"rendered":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?p=1732"},"modified":"2025-10-27T15:03:24","modified_gmt":"2025-10-27T08:03:24","slug":"quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/","title":{"rendered":"Quiet Quitting: Fenomena Karyawan Milenial dan Implikasinya bagi Dunia Kerja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah &#8220;quiet quitting&#8221; telah menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir, memicu perdebatan sengit di kalangan pekerja, manajer, dan ahli bisnis. Fenomena ini menggambarkan perubahan sikap karyawan yang semakin mengutamakan keseimbangan hidup kerja dan menolak untuk melakukan pekerjaan di luar deskripsi pekerjaan mereka. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai pengertian, penyebab, dampak, dan implikasi dari quiet quitting bagi dunia kerja.<\/span><\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Memahami Quiet Quitting<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Quiet quitting bukanlah tindakan berhenti bekerja secara fisik, melainkan suatu perubahan sikap di mana karyawan memilih untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan apa yang telah disepakati dalam kontrak kerja mereka. Mereka tidak lagi melakukan pekerjaan tambahan atau lembur tanpa kompensasi yang memadai.<\/span><\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Penyebab Munculnya<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa faktor yang berkontribusi pada munculnya fenomena quiet quitting antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Ketidakseimbangan antara beban kerja dan kompensasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Banyak karyawan merasa beban kerja mereka terlalu berat dibandingkan dengan gaji yang mereka terima.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kurangnya pengakuan dan apresiasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Karyawan merasa bahwa kontribusi mereka tidak diakui atau dihargai oleh perusahaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Burnout:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Stres kerja yang berkepanjangan dapat menyebabkan burnout, sehingga karyawan merasa perlu untuk membatasi diri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Perubahan nilai kerja:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Generasi milenial dan Gen Z cenderung lebih memprioritaskan keseimbangan hidup kerja dibandingkan generasi sebelumnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Dampak Quiet Quitting<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Quiet quitting memiliki dampak yang kompleks dan beragam, baik bagi karyawan maupun perusahaan.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Dampak Positif:<\/b>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><b>Meningkatkan keseimbangan hidup kerja:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Karyawan dapat memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga, hobi, dan pengembangan diri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><b>Mencegah burnout:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Dengan membatasi beban kerja, karyawan dapat menghindari kelelahan fisik dan mental.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><b>Meningkatkan kepuasan kerja:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Karyawan merasa lebih puas dengan pekerjaan mereka karena beban kerja yang lebih seimbang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Dampak Negatif:<\/b>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><b>Penurunan produktivitas:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Jika dilakukan secara berlebihan, quiet quitting dapat mengurangi produktivitas tim.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><b>Kerugian finansial:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Perusahaan dapat mengalami kerugian finansial jika produktivitas menurun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><b>Meningkatnya pergantian karyawan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Karyawan yang merasa tidak puas dengan pekerjaan mereka mungkin akan mencari pekerjaan lain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Strategi Mengatasi Quiet Quitting<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengatasi fenomena tersebut, perusahaan perlu mengambil langkah-langkah proaktif, seperti:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Melakukan survei kepuasan karyawan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Identifikasi masalah yang mendasari sikap quiet quitting.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Meningkatkan komunikasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Buka saluran komunikasi yang efektif antara manajemen dan karyawan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Memberikan pengakuan dan apresiasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Apresiasi kinerja karyawan secara teratur.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Menawarkan program pengembangan karir:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Berikan peluang bagi karyawan untuk mengembangkan diri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Menciptakan budaya kerja yang positif:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Bangun lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan hidup kerja.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Quiet quitting merupakan fenomena yang kompleks dengan berbagai faktor penyebab dan dampak. Meskipun memiliki sisi positif, fenomena ini juga dapat berdampak negatif pada produktivitas perusahaan. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan dan budaya kerja mereka, serta melibatkan karyawan dalam mencari solusi.<\/span><\/p>\n\n<hr \/>\n<p><em><b>Apakah perusahaan Anda siap untuk menerapkan\u00a0<a href=\"https:\/\/nusawork.com\/berlangganan-nusawork-hris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">aplikasi HRIS<\/a>?\u00a0<\/b>Hubungi tim\u00a0<a href=\"https:\/\/nusawork.com\/contact-us\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nusawork<\/a>\u00a0untuk demo gratis dan buktikan sendiri bagaimana\u00a0<a href=\"https:\/\/nusawork.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">HRIS<\/a>\u00a0mengubah cara Anda kelola karyawan menjadi lebih cerdas, cepat, dan berdampak.\u00a0<b>Nusawork &#8211; to make people smile.<\/b><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istilah &#8220;quiet quitting&#8221; telah menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir, memicu perdebatan sengit di kalangan pekerja, manajer, dan ahli bisnis. Fenomena ini menggambarkan perubahan sikap karyawan yang semakin mengutamakan keseimbangan hidup kerja dan menolak untuk melakukan pekerjaan di luar deskripsi pekerjaan mereka. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai pengertian, penyebab, dampak, dan implikasi dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":1741,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,46,6,186],"tags":[308,305,306,307,176,227],"class_list":["post-1732","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dunia-hr","category-hr-related","category-hrd","category-perusahaan","tag-engagement-karyawan","tag-fenomena-kerja","tag-generasi-milenial","tag-generasi-z","tag-kepuasan-kerja","tag-motivasi-kerja"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Quiet Quitting: Fenomena Karyawan Milenial dan Implikasinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Istilah &quot;quiet quitting&quot; telah menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir, memicu perdebatan sengit di kalangan pekerja, manajer, dan ahli bisnis.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Quiet Quitting: Fenomena Karyawan Milenial dan Implikasinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Istilah &quot;quiet quitting&quot; telah menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir, memicu perdebatan sengit di kalangan pekerja, manajer, dan ahli bisnis.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nusawork Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-16T23:59:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-27T08:03:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Quiet-Quitting-Fenomena-Karyawan-Milenial-dan-Implikasinya-bagi-Dunia-Kerja.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tulus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tulus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/\",\"name\":\"Quiet Quitting: Fenomena Karyawan Milenial dan Implikasinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Quiet-Quitting-Fenomena-Karyawan-Milenial-dan-Implikasinya-bagi-Dunia-Kerja.jpg\",\"datePublished\":\"2025-04-16T23:59:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-27T08:03:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13\"},\"description\":\"Istilah \\\"quiet quitting\\\" telah menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir, memicu perdebatan sengit di kalangan pekerja, manajer, dan ahli bisnis.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Quiet-Quitting-Fenomena-Karyawan-Milenial-dan-Implikasinya-bagi-Dunia-Kerja.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Quiet-Quitting-Fenomena-Karyawan-Milenial-dan-Implikasinya-bagi-Dunia-Kerja.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"nusawork-Quiet Quitting- Fenomena Karyawan Milenial dan Implikasinya bagi Dunia Kerja\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Quiet Quitting: Fenomena Karyawan Milenial dan Implikasinya bagi Dunia Kerja\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/\",\"name\":\"Nusawork Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13\",\"name\":\"tulus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tulus\"},\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/author\/tulus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Quiet Quitting: Fenomena Karyawan Milenial dan Implikasinya","description":"Istilah \"quiet quitting\" telah menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir, memicu perdebatan sengit di kalangan pekerja, manajer, dan ahli bisnis.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Quiet Quitting: Fenomena Karyawan Milenial dan Implikasinya","og_description":"Istilah \"quiet quitting\" telah menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir, memicu perdebatan sengit di kalangan pekerja, manajer, dan ahli bisnis.","og_url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/","og_site_name":"Nusawork Blog","article_published_time":"2025-04-16T23:59:50+00:00","article_modified_time":"2025-10-27T08:03:24+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Quiet-Quitting-Fenomena-Karyawan-Milenial-dan-Implikasinya-bagi-Dunia-Kerja.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tulus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"tulus","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/","name":"Quiet Quitting: Fenomena Karyawan Milenial dan Implikasinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Quiet-Quitting-Fenomena-Karyawan-Milenial-dan-Implikasinya-bagi-Dunia-Kerja.jpg","datePublished":"2025-04-16T23:59:50+00:00","dateModified":"2025-10-27T08:03:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13"},"description":"Istilah \"quiet quitting\" telah menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir, memicu perdebatan sengit di kalangan pekerja, manajer, dan ahli bisnis.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/#primaryimage","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Quiet-Quitting-Fenomena-Karyawan-Milenial-dan-Implikasinya-bagi-Dunia-Kerja.jpg","contentUrl":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Quiet-Quitting-Fenomena-Karyawan-Milenial-dan-Implikasinya-bagi-Dunia-Kerja.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"nusawork-Quiet Quitting- Fenomena Karyawan Milenial dan Implikasinya bagi Dunia Kerja"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/quiet-quitting-fenomena-karyawan-milenial-implikasinya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Quiet Quitting: Fenomena Karyawan Milenial dan Implikasinya bagi Dunia Kerja"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/","name":"Nusawork Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13","name":"tulus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g","caption":"tulus"},"url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/author\/tulus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1732","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1732"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1732\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2061,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1732\/revisions\/2061"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1732"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1732"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1732"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}