{"id":1717,"date":"2025-04-15T00:15:31","date_gmt":"2025-04-15T00:15:31","guid":{"rendered":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?p=1717"},"modified":"2025-04-15T00:15:31","modified_gmt":"2025-04-15T00:15:31","slug":"asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/","title":{"rendered":"Asesmen vs Analisis, Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Keduanya dalam Dunia Kerja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asesmen dan analisis dilakukan untuk menarik kesimpulan terkait performa, efisiensi, kualifikasi, hingga etos kerja seseorang, tapi perbedaan keduanya masih belum banyak yang paham, lho. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap perusahaan di berbagai bidang atau industri pasti menerapkan keduanya sebelum mengambil keputusan penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, agar prosesnya bisa berjalan lancar, kamu misa cari tahu terkait perbedaan asesmen dan analisis di bawah ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Asesmen?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Westminster College, asesmen adalah proses mengevaluasi untuk menilai performa, efikasi, dan kontribusi seorang pekerja hingga sebuah departemen secara keseluruhan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, dari proses evaluasi tersebut akan diketahui nilai yang dimiliki oleh seorang individu atau suatu departemen. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Asesmen dapat memberimu informasi berharga seputar siapa pekerja atau departemen mana yang memberi nilai paling besar bagi perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asesmen bersifat lebih subjektif dan dilakukan oleh seorang manajer. Masing-masing manajer tentunya punya standar penilaiannya sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Analisis?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip Indeed, analisis adalah pemeriksaan secara mendetail terhadap suatu hal. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan dari analisis adalah mencari aspek berbeda dalam suatu hal atau prosedur demi menentukan cara terbaik untuk mengerjakannya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saat melakukan analisis, kamu menggunakan informasi ilmiah, logika, dan penalaran untuk bisa mendapatkan hasil atau solusi terbaik. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hal inilah yang menjadi perbedaan paling mencolok antara asesmen dan analisis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis harus bersifat objektif sesulit apapun hasil yang didapatkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perbedaan Asesmen dan Analisis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asesmen dan analisis adalah kedua teknik yang terkadang dilakukan secara tumpang tindih, terutama di dunia kerja. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, keduanya memiliki perbedaan yang begitu mencolok antara satu sama lain. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun kedua teknik ini begitu penting supaya lingkungan kerja yang produktif dapat terbentuk. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan bisa menilai keadaan perusahaan, kesehatan finansialnya, serta para pekerjanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, berikut adalah beberapa hal yang menjadi perbedaan utama antara asesmen dan analisis menurut Indeed.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><b> Manfaat<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat dari analisis adalah kamu bisa melakukan penilaian secara objektif dan mempertahankannya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa melakukannya dengan menggunakan metrik kuantitatif yang diambil dari data serta evaluasi yang pernah dilakukan sebelumnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan saat melakukan asesmen, beberapa orang bisa memberi evaluasi dan menyediakan perspektif yang beragam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini memungkinkanmu untuk mendapatkan ide dan pemikiran yang berbeda di tempat kerja. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga, kamu bisa mendapatkan solusi unik terhadap suatu masalah.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><b> Proses<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan lain yang mencolok di antara analisis dan asesmen adalah prosesnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam analisis, kamu akan menilai metrik yang merupakan representasi dari performa, produktivitas, hingga keuntungan dari suatu individu, tim, atau departemen. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, kamu bisa mengambil kesimpulan berdasarkan angka-angka yang muncul di metrik tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, asesmen biasanya dilakukan setelah proses analisis selesai. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Asesmen akan berfokus pada melakukan observasi hingga meeting secara langsung dengan seorang karyawan atau satu tim. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Selama prosesnya, karyawan atau tim tersebut akan mendapatkan feedback dan insight berdasarkan performanya secara langsung.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><b> Pengaplikasiannya<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis lebih umum digunakan saat ingin mencari tahu kontribusi dari seseorang, tim, departemen, atau organisasi secara keseluruhan terhadap performa perusahaan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, manajer menggunakan asesmen untuk mengambil kesimpulan terhadap performa seseorang hingga tim. Biasanya hal ini dilakukan dengan bantuan observasi dan metrik. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat umum bagi tim manajemen untuk menggunakan analisis dan asesmen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan analisis, manajemen bisa menentukan metrik yang diperlukan bagi setiap komponen perusahaan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, manajemen bisa melakukan asesmen untuk mendapatkan kesimpulan berdasarkan analisis yang telah dilakukan.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h3><b> Tujuan<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manajer dan karyawan juga memiliki tujuan berbeda dalam melakukan analisis maupun asesmen sebagai bagian dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">performance review<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan dari analisis adalah untuk menentukan hasil apa saja yang dapat diterapkan ke individu, tim, maupun departemen yang nantinya bisa diukur oleh manajer menggunakan metrik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, tujuan dari asesmen untuk mencapai kesimpulan terhadap nilai dari suatu hal. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai kontribusi terhadap keuntungan perusahaan, reputasi, hingga budaya kerjanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu adalah beberapa perbedaan antara asesmen dan analisis yang perlu kamu ketahui. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, kedua teknik ini bisa kamu gunakan untuk membantumu membentuk lingkungan kerja yang produktif.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Asesmen dan analisis dilakukan untuk menarik kesimpulan terkait performa, efisiensi, kualifikasi, hingga etos kerja seseorang, tapi perbedaan keduanya masih belum banyak yang paham, lho. Setiap perusahaan di berbagai bidang atau industri pasti menerapkan keduanya sebelum mengambil keputusan penting. Nah, agar prosesnya bisa berjalan lancar, kamu misa cari tahu terkait perbedaan asesmen dan analisis di bawah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":1725,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,46,186],"tags":[296,295,297,298,275],"class_list":["post-1717","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dunia-hr","category-hr-related","category-perusahaan","tag-analisis","tag-asesmen","tag-evaluasi-kerja","tag-pengambilan-keputusan","tag-produktivitas-kerja"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbedaan Asesmen dan Analisis dalam Kunia Kerja<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Asesmen dan analisis dilakukan untuk menarik kesimpulan terkait performa, efisiensi, kualifikasi, hingga etos kerja seseorang, tapi perbedaan keduanya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan Asesmen dan Analisis dalam Kunia Kerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Asesmen dan analisis dilakukan untuk menarik kesimpulan terkait performa, efisiensi, kualifikasi, hingga etos kerja seseorang, tapi perbedaan keduanya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nusawork Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-15T00:15:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Asesmen-vs-Analisis-Jangan-Tertukar-Ini-Perbedaan-Keduanya-dalam-Dunia-Kerja.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tulus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tulus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/\",\"name\":\"Perbedaan Asesmen dan Analisis dalam Kunia Kerja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Asesmen-vs-Analisis-Jangan-Tertukar-Ini-Perbedaan-Keduanya-dalam-Dunia-Kerja.jpg\",\"datePublished\":\"2025-04-15T00:15:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13\"},\"description\":\"Asesmen dan analisis dilakukan untuk menarik kesimpulan terkait performa, efisiensi, kualifikasi, hingga etos kerja seseorang, tapi perbedaan keduanya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Asesmen-vs-Analisis-Jangan-Tertukar-Ini-Perbedaan-Keduanya-dalam-Dunia-Kerja.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Asesmen-vs-Analisis-Jangan-Tertukar-Ini-Perbedaan-Keduanya-dalam-Dunia-Kerja.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"nusawork-Asesmen vs Analisis, Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Keduanya dalam Dunia Kerja\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Asesmen vs Analisis, Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Keduanya dalam Dunia Kerja\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/\",\"name\":\"Nusawork Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13\",\"name\":\"tulus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tulus\"},\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/author\/tulus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan Asesmen dan Analisis dalam Kunia Kerja","description":"Asesmen dan analisis dilakukan untuk menarik kesimpulan terkait performa, efisiensi, kualifikasi, hingga etos kerja seseorang, tapi perbedaan keduanya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perbedaan Asesmen dan Analisis dalam Kunia Kerja","og_description":"Asesmen dan analisis dilakukan untuk menarik kesimpulan terkait performa, efisiensi, kualifikasi, hingga etos kerja seseorang, tapi perbedaan keduanya","og_url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/","og_site_name":"Nusawork Blog","article_published_time":"2025-04-15T00:15:31+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Asesmen-vs-Analisis-Jangan-Tertukar-Ini-Perbedaan-Keduanya-dalam-Dunia-Kerja.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tulus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"tulus","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/","name":"Perbedaan Asesmen dan Analisis dalam Kunia Kerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Asesmen-vs-Analisis-Jangan-Tertukar-Ini-Perbedaan-Keduanya-dalam-Dunia-Kerja.jpg","datePublished":"2025-04-15T00:15:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13"},"description":"Asesmen dan analisis dilakukan untuk menarik kesimpulan terkait performa, efisiensi, kualifikasi, hingga etos kerja seseorang, tapi perbedaan keduanya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/#primaryimage","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Asesmen-vs-Analisis-Jangan-Tertukar-Ini-Perbedaan-Keduanya-dalam-Dunia-Kerja.jpg","contentUrl":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Asesmen-vs-Analisis-Jangan-Tertukar-Ini-Perbedaan-Keduanya-dalam-Dunia-Kerja.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"nusawork-Asesmen vs Analisis, Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Keduanya dalam Dunia Kerja"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/asesmen-vs-analisis-perbedaan-keduanya-dalam-dunia-kerja\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Asesmen vs Analisis, Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Keduanya dalam Dunia Kerja"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/","name":"Nusawork Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13","name":"tulus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g","caption":"tulus"},"url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/author\/tulus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1717","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1717"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1717\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1718,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1717\/revisions\/1718"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1725"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}