{"id":1703,"date":"2025-04-15T00:06:06","date_gmt":"2025-04-15T00:06:06","guid":{"rendered":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?p=1703"},"modified":"2025-04-15T00:06:06","modified_gmt":"2025-04-15T00:06:06","slug":"attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/","title":{"rendered":"Membedah Attrition vs Turnover, Panduan Efektif HR Kelola Retensi Karyawan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang <\/span><b>HR<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, memahami perbedaan antara <\/span><b>employee attrition<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><b>turnover<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah hal yang krusial dalam mengelola sumber daya manusia dengan efektif. Kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian, namun sebenarnya memiliki arti dan implikasi yang berbeda bagi perusahaan. Dengan memahami perbedaan ini, Anda dapat merancang strategi yang lebih baik untuk mempertahankan karyawan dan meningkatkan stabilitas organisasi.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Apa itu Employee Attrition?<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Employee attrition<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah ukuran yang menunjukkan jumlah karyawan yang meninggalkan perusahaan dan <\/span><b>tidak digantikan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh karyawan baru. Dalam kasus ini, posisi yang ditinggalkan bisa saja dibiarkan kosong, digabung dengan posisi lain, atau bahkan dihilangkan sepenuhnya. Attrition biasanya mengarah pada pengurangan jumlah total karyawan dalam perusahaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa bentuk employee attrition yang umum terjadi:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Involuntary Attrition:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Terjadi ketika perusahaan mengurangi jumlah karyawan untuk mengurangi biaya, misalnya melalui pemutusan hubungan kerja (PHK) atau eliminasi posisi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Voluntary Attrition:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Terjadi ketika karyawan secara sukarela meninggalkan perusahaan, seperti karena menerima pekerjaan baru, pindah lokasi, atau pensiun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Retirement Attrition:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Terjadi ketika sejumlah besar karyawan pensiun pada waktu yang bersamaan, meninggalkan posisi-posisi yang tidak segera diisi kembali.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkat attrition yang tinggi dapat menjadi masalah bagi perusahaan, terutama jika tidak dikendalikan, karena dapat mengakibatkan penurunan produktivitas dan peningkatan biaya penggantian karyawan.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Apa itu Employee Turnover?<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Employee turnover<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> mengacu pada jumlah karyawan yang meninggalkan perusahaan dalam periode tertentu, biasanya dalam satu tahun, dan kemudian <\/span><b>digantikan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh karyawan baru. Turnover bisa terjadi di seluruh perusahaan atau dalam departemen tertentu, serta dapat dibagi menjadi dua kategori utama:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Voluntary Turnover:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ketika karyawan secara sukarela memilih untuk meninggalkan perusahaan, misalnya karena mendapatkan tawaran pekerjaan yang lebih baik atau merasa tidak puas dengan lingkungan kerja.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Involuntary Turnover:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ketika perusahaan memutuskan untuk memberhentikan karyawan karena berbagai alasan, seperti kinerja yang buruk atau pelanggaran kebijakan perusahaan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Turnover dapat menjadi indikator penting untuk mengevaluasi kesehatan perusahaan. Tingkat turnover yang tinggi bisa menunjukkan masalah dalam retensi karyawan dan bisa berdampak negatif pada reputasi perusahaan serta efisiensi operasional.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>5 Perbedaan Employee Attrition dan Employee Turnover<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Employee attrition dan turnover sering kali dianggap serupa, padahal keduanya memiliki perbedaan yang signifikan yang dapat memengaruhi strategi manajemen sumber daya manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami perbedaan-perbedaan ini penting untuk mengembangkan pendekatan yang tepat dalam mempertahankan karyawan dan mengelola perubahan dalam tenaga kerja. Berikut adalah lima perbedaan utama antara employee attrition dan turnover yang perlu Anda ketahui untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Fitur<\/b><\/td>\n<td><b>Employee Attrition<\/b><\/td>\n<td><b>Employee Turnover<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Pengisian Posisi<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Posisi yang ditinggalkan biasanya tidak diisi kembali.<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Posisi yang ditinggalkan diisi dengan karyawan baru.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Dampak pada Jumlah Karyawan<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Mengurangi jumlah total karyawan dalam perusahaan.<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak mempengaruhi jumlah total karyawan.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Niat Perusahaan<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan memilih untuk tidak menggantikan karyawan.<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan berusaha mencari pengganti karyawan.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Jenis Karyawan Keluar<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih sering terkait pensiun atau pengurangan sukarela.<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa karena alasan sukarela maupun tidak sukarela.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Strategi Penanganan<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Merencanakan pengurangan karyawan secara strategis.<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Fokus pada retensi dan rekrutmen.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami perbedaan antara <\/span><b>employee attrition<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><b>turnover<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> membantu perusahaan dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk mengelola tenaga kerja. Dengan meminimalkan tingkat turnover dan attrition yang tidak terkendali, perusahaan dapat meningkatkan stabilitas, efisiensi, dan kepuasan karyawan secara keseluruhan. Sebagai HR, penting untuk memantau dan menganalisis kedua metrik ini secara berkala untuk memastikan perusahaan dapat berkembang dengan baik.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai seorang HR, memahami perbedaan antara employee attrition dan turnover adalah hal yang krusial dalam mengelola sumber daya manusia dengan efektif. Kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian, namun sebenarnya memiliki arti dan implikasi yang berbeda bagi perusahaan. Dengan memahami perbedaan ini, Anda dapat merancang strategi yang lebih baik untuk mempertahankan karyawan dan meningkatkan stabilitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":1722,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,4,46,6,186],"tags":[278,279,280,257,220],"class_list":["post-1703","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-dunia-hr","category-hr-related","category-hrd","category-perusahaan","tag-employee-attrition","tag-employee-turnover","tag-hr-consultant","tag-manajemen-sdm","tag-retensi-karyawan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Attrition vs Turnover, Panduan HR Kelola Retensi Karyawan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sebagai seorang HR, memahami perbedaan antara employee attrition dan turnover adalah hal yang krusial dalam mengelola sumber daya manusia dengan efektif.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Attrition vs Turnover, Panduan HR Kelola Retensi Karyawan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebagai seorang HR, memahami perbedaan antara employee attrition dan turnover adalah hal yang krusial dalam mengelola sumber daya manusia dengan efektif.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nusawork Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-15T00:06:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Attrition-vs-Turnover-Panduan-Efektif-HR-Kelola-Retensi-Karyawan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tulus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tulus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/\",\"name\":\"Attrition vs Turnover, Panduan HR Kelola Retensi Karyawan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Attrition-vs-Turnover-Panduan-Efektif-HR-Kelola-Retensi-Karyawan.jpg\",\"datePublished\":\"2025-04-15T00:06:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13\"},\"description\":\"Sebagai seorang HR, memahami perbedaan antara employee attrition dan turnover adalah hal yang krusial dalam mengelola sumber daya manusia dengan efektif.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Attrition-vs-Turnover-Panduan-Efektif-HR-Kelola-Retensi-Karyawan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Attrition-vs-Turnover-Panduan-Efektif-HR-Kelola-Retensi-Karyawan.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"nusawork-Attrition vs Turnover, Panduan Efektif HR Kelola Retensi Karyawan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Membedah Attrition vs Turnover, Panduan Efektif HR Kelola Retensi Karyawan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/\",\"name\":\"Nusawork Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13\",\"name\":\"tulus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tulus\"},\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/author\/tulus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Attrition vs Turnover, Panduan HR Kelola Retensi Karyawan","description":"Sebagai seorang HR, memahami perbedaan antara employee attrition dan turnover adalah hal yang krusial dalam mengelola sumber daya manusia dengan efektif.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Attrition vs Turnover, Panduan HR Kelola Retensi Karyawan","og_description":"Sebagai seorang HR, memahami perbedaan antara employee attrition dan turnover adalah hal yang krusial dalam mengelola sumber daya manusia dengan efektif.","og_url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/","og_site_name":"Nusawork Blog","article_published_time":"2025-04-15T00:06:06+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Attrition-vs-Turnover-Panduan-Efektif-HR-Kelola-Retensi-Karyawan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tulus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"tulus","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/","name":"Attrition vs Turnover, Panduan HR Kelola Retensi Karyawan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Attrition-vs-Turnover-Panduan-Efektif-HR-Kelola-Retensi-Karyawan.jpg","datePublished":"2025-04-15T00:06:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13"},"description":"Sebagai seorang HR, memahami perbedaan antara employee attrition dan turnover adalah hal yang krusial dalam mengelola sumber daya manusia dengan efektif.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/#primaryimage","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Attrition-vs-Turnover-Panduan-Efektif-HR-Kelola-Retensi-Karyawan.jpg","contentUrl":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/04\/nusawork-Attrition-vs-Turnover-Panduan-Efektif-HR-Kelola-Retensi-Karyawan.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"nusawork-Attrition vs Turnover, Panduan Efektif HR Kelola Retensi Karyawan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/attrition-vs-turnover-panduan-hr-kelola-retensi-karyawan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Membedah Attrition vs Turnover, Panduan Efektif HR Kelola Retensi Karyawan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/","name":"Nusawork Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13","name":"tulus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g","caption":"tulus"},"url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/author\/tulus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1703","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1703"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1703\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1704,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1703\/revisions\/1704"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}