{"id":1616,"date":"2024-12-14T02:07:39","date_gmt":"2024-12-14T02:07:39","guid":{"rendered":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?p=1616"},"modified":"2024-12-14T02:07:39","modified_gmt":"2024-12-14T02:07:39","slug":"skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/","title":{"rendered":"Skill Gap Analysis: Identifikasi Kesenjangan Keterampilan untuk Tingkatkan Kinerja Perusahaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia kerja yang terus berubah, perusahaan dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren bisnis. Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah adanya kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki karyawan dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bisnis. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perlu melakukan <\/span><a href=\"https:\/\/www.cranfield.ac.uk\/som\/cranfield-online\/blogs\/skills-gap-analysis-a-how-to-guide-to-reaching-deeper-into-your-organisation#:~:text=A%20skills%20gap%20analysis%20is,%2C%20job%20redesign%2C%20or%20recruitment.\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill gap analysis<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau analisis kesenjangan keterampilan.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu Skill Gap Analysis dan Mengapa Penting?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Skill gap analysis adalah proses mengidentifikasi perbedaan antara keterampilan yang dimiliki karyawan saat ini dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan. Dengan kata lain, skill gap analysis membantu perusahaan untuk mengidentifikasi keterampilan apa saja yang masih kurang dimiliki oleh karyawan sehingga dapat diambil tindakan perbaikan.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa skill gap analysis penting?<\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Memperbaiki kinerja : <\/strong><span style=\"font-weight: 400; font-size: 16px;\">Dengan mengidentifikasi keterampilan yang kurang, perusahaan dapat menyusun program pelatihan yang tepat untuk meningkatkan kinerja karyawan.<\/span><\/li>\n<li><strong>Meningkatkan produktivitas : <\/strong><span style=\"font-weight: 400; font-size: 16px;\">Karyawan yang memiliki keterampilan yang sesuai akan lebih produktif dan efisien dalam menyelesaikan tugas.<\/span><\/li>\n<li><strong>Menghindari turnover : <\/strong><span style=\"font-weight: 400; font-size: 16px;\">Karyawan yang merasa tertantang dan terus berkembang cenderung lebih loyal terhadap perusahaan.<\/span><\/li>\n<li><strong>Meningkatkan daya saing perusahaan : <\/strong><span style=\"font-weight: 400; font-size: 16px;\">Perusahaan yang memiliki karyawan yang kompeten akan lebih mampu bersaing di pasar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Melakukan Skill Gap Analysis yang Efektif<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan skill gap analysis yang efektif, yaitu:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Identifikasi Kebutuhan Keterampilan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahap awal dalam skill gap analysis adalah menentukan secara spesifik keterampilan apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan. Ini melibatkan:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Analisis jabatan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Melakukan pemetaan ulang terhadap setiap jabatan untuk mengidentifikasi keterampilan teknis dan soft skills yang diperlukan untuk menjalankan tugas secara efektif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Studi tren industri:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Memahami tren terkini dalam industri dan teknologi yang relevan dengan bisnis perusahaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Konsultasi dengan stakeholders:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Melibatkan manajer departemen, tim kepemimpinan, dan bahkan karyawan untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas mengenai keterampilan yang dibutuhkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan melakukan identifikasi yang cermat, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang profil keterampilan ideal yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bisnis.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2. Evaluasi Keterampilan Karyawan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui kebutuhan keterampilan, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi keterampilan yang dimiliki oleh setiap karyawan. Beberapa metode yang dapat digunakan antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Penilaian kinerja:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Menganalisis hasil kerja karyawan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Survei karyawan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Melakukan survei untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri karyawan terhadap kemampuan mereka dalam berbagai bidang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Tes keterampilan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Melakukan tes tertulis atau praktik untuk mengukur kemampuan teknis karyawan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Evaluasi 360 derajat:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mengumpulkan umpan balik dari atasan, rekan kerja, dan bawahan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang kinerja karyawan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/2024\/09\/sejarah-singkat-kaizen-dan-kigai\/\">Baca Juga :\u00a0Kaizen dan Ikigai, Rahasia Produktivitas dari Jepang<\/a><\/strong><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">3. Bandingkan Kedua Data<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah memiliki data tentang kebutuhan keterampilan dan keterampilan karyawan, langkah selanjutnya adalah membandingkan kedua data tersebut. Perbandingan ini akan mengidentifikasi kesenjangan atau gap antara keduanya. Beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan perbandingan ini antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Matriks kompetensi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Membandingkan profil keterampilan ideal dengan profil keterampilan karyawan secara individu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Analisis data:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Menggunakan software analisis data untuk mengidentifikasi pola dan tren dalam data keterampilan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">4. Prioritaskan Kesenjangan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua kesenjangan keterampilan memiliki dampak yang sama terhadap kinerja perusahaan. Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan kesenjangan berdasarkan beberapa faktor, seperti:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Dampak terhadap tujuan bisnis:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kesenjangan yang paling berdampak pada pencapaian tujuan bisnis harus menjadi prioritas utama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Urgensi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kesenjangan yang harus segera diatasi untuk menghindari risiko bisnis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Biaya:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Pertimbangkan biaya yang diperlukan untuk mengatasi setiap kesenjangan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">5. Buat Rencana Pengembangan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengidentifikasi dan memprioritaskan kesenjangan, langkah terakhir adalah menyusun rencana pengembangan yang komprehensif. Rencana ini mencakup:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Jenis pelatihan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Menentukan jenis pelatihan yang paling sesuai untuk mengatasi setiap kesenjangan, misalnya pelatihan teknis, pelatihan soft skills, atau mentoring.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Metode pelatihan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Memilih metode pelatihan yang efektif, seperti pelatihan kelas, pelatihan online, atau coaching.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sumber daya:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan program pelatihan, termasuk anggaran, tenaga pengajar, dan fasilitas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Evaluasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Menetapkan metrik untuk mengukur keberhasilan program pelatihan dan melakukan evaluasi secara berkala.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/2024\/11\/milenial-gen-z-di-tempat-kerja-benefit-meningkatkan-produktivitas-kesejahteraan\/\">Baca Juga : Milenial dan Gen Z di Tempat Kerja: Benefit yang Tak Tergantikan untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Skill gap analysis adalah alat yang sangat berguna bagi perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengatasi kekurangan keterampilan karyawan. Dengan melakukan skill gap analysis secara teratur, perusahaan dapat memastikan bahwa karyawan memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bisnis dan tetap kompetitif di pasar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui artikel ini, Anda telah mengetahui pentingnya skill gap analysis dan cara melakukannya. Ingatlah bahwa skill gap analysis adalah proses yang berkelanjutan. Perusahaan perlu melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa program pengembangan yang dilakukan efektif dan relevan dengan kebutuhan bisnis.<\/span><b><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia kerja yang terus berubah, perusahaan dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren bisnis. Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah adanya kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki karyawan dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bisnis. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perlu melakukan skill gap analysis atau analisis kesenjangan keterampilan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":1619,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,4,46],"tags":[229,201,200,199,203,202,230],"class_list":["post-1616","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-dunia-hr","category-hr-related","tag-assessment","tag-business-owner","tag-hr-manager","tag-hr-supervisor","tag-pelatihan-karyawan","tag-pengembangan-sdm","tag-performance-management"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Skill Gap Analysis Identifikasi Kesenjangan Keterampilan Karyawan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Skill gap analysis, alat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki karyawan dengan yang dibutuhkan perusahaan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Skill Gap Analysis Identifikasi Kesenjangan Keterampilan Karyawan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Skill gap analysis, alat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki karyawan dengan yang dibutuhkan perusahaan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nusawork Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-14T02:07:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/12\/nusawork-skill-gap-analysis.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tulus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tulus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/\",\"name\":\"Skill Gap Analysis Identifikasi Kesenjangan Keterampilan Karyawan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/12\/nusawork-skill-gap-analysis.jpg\",\"datePublished\":\"2024-12-14T02:07:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13\"},\"description\":\"Skill gap analysis, alat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki karyawan dengan yang dibutuhkan perusahaan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/12\/nusawork-skill-gap-analysis.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/12\/nusawork-skill-gap-analysis.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"nusawork-skill-gap-analysis\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Skill Gap Analysis: Identifikasi Kesenjangan Keterampilan untuk Tingkatkan Kinerja Perusahaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/\",\"name\":\"Nusawork Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13\",\"name\":\"tulus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tulus\"},\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/author\/tulus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Skill Gap Analysis Identifikasi Kesenjangan Keterampilan Karyawan","description":"Skill gap analysis, alat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki karyawan dengan yang dibutuhkan perusahaan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Skill Gap Analysis Identifikasi Kesenjangan Keterampilan Karyawan","og_description":"Skill gap analysis, alat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki karyawan dengan yang dibutuhkan perusahaan.","og_url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/","og_site_name":"Nusawork Blog","article_published_time":"2024-12-14T02:07:39+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/12\/nusawork-skill-gap-analysis.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tulus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"tulus","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/","name":"Skill Gap Analysis Identifikasi Kesenjangan Keterampilan Karyawan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/12\/nusawork-skill-gap-analysis.jpg","datePublished":"2024-12-14T02:07:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13"},"description":"Skill gap analysis, alat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki karyawan dengan yang dibutuhkan perusahaan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/#primaryimage","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/12\/nusawork-skill-gap-analysis.jpg","contentUrl":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/12\/nusawork-skill-gap-analysis.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"nusawork-skill-gap-analysis"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/skill-gap-analysis-identifikasi-kesenjangan-keterampilan-untuk-tingkatkan-kinerja-perusahaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Skill Gap Analysis: Identifikasi Kesenjangan Keterampilan untuk Tingkatkan Kinerja Perusahaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/","name":"Nusawork Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/a9df06f3e4d666b50cd1917813968e13","name":"tulus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d055ca990952f3c4472a27ff99e2eac0c423c112f5a1c5df6a0369cbca226a0?s=96&d=mm&r=g","caption":"tulus"},"url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/author\/tulus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1616","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1616"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1616\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1618,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1616\/revisions\/1618"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1619"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1616"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}