{"id":153,"date":"2022-10-13T12:30:30","date_gmt":"2022-10-13T05:30:30","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.nusa.work\/blog\/?p=153"},"modified":"2024-09-13T04:57:22","modified_gmt":"2024-09-13T04:57:22","slug":"mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/","title":{"rendered":"Bisa Bahaya! Kurangi Tingkat Perputaran Karyawan di Perusahaan"},"content":{"rendered":"\r\n<p>Tingkat perputaran karyawan dikenal dengan istilah <em>turnover<\/em>. <em>Turnover<\/em> sendiri mengacu pada jumlah total karyawan yang meninggalkan perusahaan selama periode tertentu. Ini termasuk mereka yang keluar secara sukarela (resign) atau yang dipecat atau diberhentikan (pergantian paksa).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dampak <em>Turnover<\/em> <strong> (Perputaran karyawan)<\/strong> yang Terlalu Tinggi pada Perusahaan<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1004\" height=\"591\" class=\"wp-image-990\" src=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/12\/3-1.jpg\" alt=\"perputaran karyawan\" srcset=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/12\/3-1.jpg 1004w, https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/12\/3-1-300x177.jpg 300w, https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/12\/3-1-768x452.jpg 768w, https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/12\/3-1-24x14.jpg 24w, https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/12\/3-1-36x21.jpg 36w, https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/12\/3-1-48x28.jpg 48w\" sizes=\"(max-width: 1004px) 100vw, 1004px\" \/><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Tingkat <em>turnover<\/em> yang terlalu tinggi bisa berdampak pada berbagai aspek dalam perusahaan. Apa saja?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-list\">\r\n<li>Menyulitkan petugas HR dengan adanya proses rekrutmen baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan<\/li>\r\n\r\n\r\n\r\n<li>Berkurangnya pendapatan karena perusahaan harus mengeluarkan biaya perekrutan, pelatihan hingga hilangnya produktivitas selama posisi yang kosong belum terisi<\/li>\r\n\r\n\r\n\r\n<li>Menurunkan moral karyawan lain. Jika terlalu banyak karyawan yang keluar dan ada posisi kosong sementara perusahaan mencari pengganti, karyawan yang ada akan memiliki beban kerja tambahan. Mereka mungkin akan tertekan jika kondisi ini berlangsung terus-menerus<\/li>\r\n\r\n\r\n\r\n<li>Menurunkan kualitas produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan. Menurunnya produktivitas dan terlalu banyaknya gangguan dalam proses kerja secara langsung akan membuat kualitas produk yang dihasilkan akan menurun. Apalagi jika kemudian perusahaan berusaha menemukan pengganti dengan cepat padahal kemampuannya minim. Ini akan menyebabkan jumlah karyawan tidak berpengalaman akan meningkat dan jelas berpotensi menurunkan keuntungan bagi perusahaan.<\/li>\r\n<\/ul>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Cara Menurunkan Angka <em>Turnover<\/em> di Perusahaan?<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1004\" height=\"591\" class=\"wp-image-991\" src=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/12\/1-5.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/12\/1-5.jpg 1004w, https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/12\/1-5-300x177.jpg 300w, https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/12\/1-5-768x452.jpg 768w, https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/12\/1-5-24x14.jpg 24w, https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/12\/1-5-36x21.jpg 36w, https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/12\/1-5-48x28.jpg 48w\" sizes=\"(max-width: 1004px) 100vw, 1004px\" \/><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Lalu, hal apa yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan tingkat <em>turnover<\/em> perusahaan? Ada beberapa langkah yang dapat dicoba antara lain:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-list\">\r\n<li>Prioritaskan strategi rekrutmen yang baik. Langkah pertama untuk menciptakan kultur kerja yang baik dengan tingkat <em>turnover<\/em> rendah adalah memastikan Anda merekrut karyawan yang tepat sesuai dengan <em>job desc<\/em> yang dibutuhkan. Buat deskripsi pekerjaan yang akurat dan perhatikan bagaimana proses rekrutmen dilakukan. Jika ada jumlah yang signifikan dari karyawan baru yang mengundurkan diri pasca training, mungkin sejak awal Anda salah memilih kandidat<\/li>\r\n\r\n\r\n\r\n<li>Lakukan pelatihan pada karyawan baru. Setelah karyawan baru direkrut, mereka perlu dilatih untuk bisa bekerja sesuai SOP yang berlaku. Investasikan waktu dan sumber daya yang ada untuk memastikan semua karyawan baru mendapatkan pengenalan menyeluruh dan berikan dukungan terbaik. Jika mereka merasa dihargai sejak awal, rasa loyalitas akan tumbuh dalam diri mereka dan otomatis ini bisa membantu menurunkan tingkat <em>turnover<\/em> yang membahayakan.<\/li>\r\n<\/ul>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Selain beberapa cara di atas, sistem pengelolaan sumber daya manusia yang diterapkan di perusahaan juga turut berpengaruh pada tingkat <em>turnover<\/em>. Implementasi sistem HRIS sebagai pengganti cara konvensional adalah salah satu contohnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Sistem HR digital ini akan memudahkan kerja HRD mulai dari proses perekrutan hingga penggajian otomatis yang minim error. Bagi karyawan, adanya sistem HR digital akan memudahkan mereka dalam mengajukan cuti, lembur dan melakukan presensi. Sistem yang lebih praktis ini secara langsung berdampak pada kepuasan karyawan dan meningkatkan retensi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><a href=\"https:\/\/nusawork.com\/\">Nusawork<\/a> dari Nusanet merupakan solusi HR dan Payroll Management praktis yang akan memudahkan Anda dengan alur kerja serta fungsi dasar HRD. Ini tidak hanya akan menghemat waktu dan biaya, tapi juga menurunkan risiko <em>turnover<\/em> yang terlalu tinggi. Daftar demo sekarang juga!<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tingkat perputaran karyawan dikenal dengan istilah turnover. Turnover sendiri mengacu pada jumlah total karyawan yang meninggalkan perusahaan selama periode tertentu. Ini termasuk mereka yang keluar secara sukarela (resign) atau yang dipecat atau diberhentikan (pergantian paksa). Dampak Turnover (Perputaran karyawan) yang Terlalu Tinggi pada Perusahaan Tingkat turnover yang terlalu tinggi bisa berdampak pada berbagai aspek dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":167,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,6],"tags":[82,21,7],"class_list":["post-153","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-hrd","tag-kantor","tag-karyawan","tag-manajemen-karyawan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bisa Bahaya! Kurangi Tingkat Perputaran Karyawan di Perusahaan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tingkat perputaran karyawan dikenal mengacu pada jumlah total karyawan yang meninggalkan perusahaan selama periode tertentu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bisa Bahaya! Kurangi Tingkat Perputaran Karyawan di Perusahaan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tingkat perputaran karyawan dikenal mengacu pada jumlah total karyawan yang meninggalkan perusahaan selama periode tertentu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nusawork Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-13T05:30:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-13T04:57:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/turnover.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"460\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ali Putera\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ali Putera\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/\",\"name\":\"Bisa Bahaya! Kurangi Tingkat Perputaran Karyawan di Perusahaan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/turnover.jpg\",\"datePublished\":\"2022-10-13T05:30:30+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-13T04:57:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/d12749257e9f2f85addb6d425af488cd\"},\"description\":\"Tingkat perputaran karyawan dikenal mengacu pada jumlah total karyawan yang meninggalkan perusahaan selama periode tertentu.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/turnover.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/turnover.jpg\",\"width\":750,\"height\":460},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bisa Bahaya! Kurangi Tingkat Perputaran Karyawan di Perusahaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/\",\"name\":\"Nusawork Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/d12749257e9f2f85addb6d425af488cd\",\"name\":\"Ali Putera\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a43416f95e11e36ac9808efbbdad86acef724337feba4f56f30ea125f7983974?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a43416f95e11e36ac9808efbbdad86acef724337feba4f56f30ea125f7983974?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ali Putera\"},\"url\":\"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/author\/sheila\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bisa Bahaya! Kurangi Tingkat Perputaran Karyawan di Perusahaan","description":"Tingkat perputaran karyawan dikenal mengacu pada jumlah total karyawan yang meninggalkan perusahaan selama periode tertentu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bisa Bahaya! Kurangi Tingkat Perputaran Karyawan di Perusahaan","og_description":"Tingkat perputaran karyawan dikenal mengacu pada jumlah total karyawan yang meninggalkan perusahaan selama periode tertentu.","og_url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/","og_site_name":"Nusawork Blog","article_published_time":"2022-10-13T05:30:30+00:00","article_modified_time":"2024-09-13T04:57:22+00:00","og_image":[{"width":750,"height":460,"url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/turnover.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ali Putera","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ali Putera","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/","name":"Bisa Bahaya! Kurangi Tingkat Perputaran Karyawan di Perusahaan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/turnover.jpg","datePublished":"2022-10-13T05:30:30+00:00","dateModified":"2024-09-13T04:57:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/d12749257e9f2f85addb6d425af488cd"},"description":"Tingkat perputaran karyawan dikenal mengacu pada jumlah total karyawan yang meninggalkan perusahaan selama periode tertentu.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/#primaryimage","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/turnover.jpg","contentUrl":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/turnover.jpg","width":750,"height":460},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/mengurangi-tingkat-perputaran-karyawan-di-perusahaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bisa Bahaya! Kurangi Tingkat Perputaran Karyawan di Perusahaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#website","url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/","name":"Nusawork Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/d12749257e9f2f85addb6d425af488cd","name":"Ali Putera","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a43416f95e11e36ac9808efbbdad86acef724337feba4f56f30ea125f7983974?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a43416f95e11e36ac9808efbbdad86acef724337feba4f56f30ea125f7983974?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ali Putera"},"url":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/author\/sheila\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=153"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1459,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153\/revisions\/1459"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=153"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=153"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/devx.nusa.work\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=153"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}