Tips Pengembangan Karir Karyawan & Contoh Programnya

Rachmad Raditiyoputro

|

7 February, 2023

Bagikan artikel ini

Icon Facebook

Icon Twitter

Karyawan mengejar karir

Tidak hanya datang, bekerja, gajian, dan pulang! Karyawan-karyawan di perusahaan, juga banyak lho, yang ingin mengejar dan mengembangkan karir mereka. Lalu, pihak perusahaan bisa apa, untuk membantu pengembangan karir karyawan?

Tenang! Ada banyak hal hingga program, yang bisa dilakukan perusahaan, untuk membantu mengembangkan karir karyawan, secara optimal. Karena karyawan, juga perlu pengakuan atas status karir selama bekerja.

Tapi, hal ini juga harus didukung dengan niat masing-masing karyawan. Nah, sebelum mengetahui apa saja manfaat, indikator, hingga contoh programnya, mari simak dulu pengertian dari pengembangan karir itu sendiri.

Apa Itu Pengembangan Karir?

 

Pengembangan karir adalah proses untuk membuat dan mengejar kesuksesan dan kesejahteraan karir melalui pencapaian tujuan pribadi dan profesional. Ini melibatkan identifikasi minat, keahlian, dan kemampuan; evaluasi pilihan karir; dan tindakan strategis untuk membuat perubahan dan perkembangan dalam pekerjaan atau industri.

Tujuan Pengembangan Karir Karyawan

karyawan bekerja dengan penuh loyalitas

Tujuan utama dari pengembangan karir karyawan di perusahaan adalah:

  • Meningkatkan kualitas hidup karyawan, dengan membantu mereka menemukan dan mengejar karir, yang sesuai dengan minat dan keahlian mereka.
  • Menambahkan nilai bagi organisasi, dengan memastikan bahwa karyawan memiliki keterampilan dan pengetahuan, yang diperlukan untuk berkembang dan mencapai tujuannya.
  • Meningkatkan keterlibatan dan loyalitas karyawan, dengan memberikan mereka kesempatan untuk berkembang dan mencapai potensi mereka.
  • Memastikan bahwa organisasi memiliki sumber daya, yang diperlukan untuk berkembang dan beradaptasi, dengan perubahan lingkungan bisnis.
  • Membantu karyawan membuat transisi karir yang sukses, baik dalam organisasi atau di luar organisasi.

Indikator Pengembangan Karir

Rajin dan masuk setiap hari saja tidak cukup, untuk mengembangkan karir. Berikut adalah beberapa indikator pengembangan karir yang penting :

  • Kesadaran diri: karyawan memahami minat, keahlian, dan kemampuan mereka dan mengerti bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam pekerjaan mereka.
  • Pertumbuhan profesional: karyawan terlibat dalam pelatihan dan pengembangan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka.
  • Mobilitas karir: karyawan memiliki akses dan kesempatan untuk berpindah posisi atau bidang dalam organisasi.
  • Peluang untuk meningkatkan tanggung jawab: karyawan memiliki kesempatan untuk memimpin proyek atau memiliki tanggung jawab lebih besar dalam pekerjaan mereka.
  • Feedback dan evaluasi: karyawan menerima feedback dari atasan dan rekan kerja untuk membantu mereka memahami kinerja dan potensi mereka.
  • Stabilitas karir: karyawan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mempertahankan pekerjaan mereka dan menghadapi tantangan di masa depan.
  • Keuntungan dan insentif: karyawan menerima insentif dan keuntungan yang wajar untuk menghormati dan memotivasi mereka.

Bentuk Dari Pengembangan Karir Karyawan di Perusahaan

Apakah naik gaji bisa disebut sebagai bentuk dari pengembangan karir? Bisa jadi, tapi tergantung dari sudut pandang. Karena, selain dari kebijakan atas kinerja, gaji juga bisa naik dari kebijakan UMR masing-masing daerah.

Namun, Anda juga harus tahu beberapa bentuk perkembangan karir di perusahaan berikut ini:

  • Promosi vertikal: karyawan naik dalam hierarki organisasi dan memiliki tanggung jawab yang lebih besar.
  • Rotasi posisi: karyawan berpindah posisi di dalam organisasi untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang beragam.
  • Pelatihan dan pengembangan: karyawan mengikuti pelatihan dan program pengembangan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka.
  • Pekerjaan baru: karyawan memulai pekerjaan baru dalam organisasi yang membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang berbeda.
  • Pekerjaan sekunder: karyawan mengambil pekerjaan tambahan di luar pekerjaan utama mereka untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan tambahan.
  • Karir internal: karyawan berkembang dan berkarir dalam satu area bidang spesifik dalam organisasi.
  • Karir luar organisasi: karyawan memulai karir baru di luar organisasi atau memulai bisnis sendiri.

Contoh Program Pengembangan Karir yang Bisa Diterapkan 

1. Pelatihan dan Pengembangan 

Contoh program yang bisa dilakukan perusahaan untuk pengembangan karir karyawan adalah dengan memberikan pelatihan dan pengembangan. Gunanya, untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan karyawan, yang tidak hanya fokus di satu keahlian atau bidang saja.

Misalnya, menyediakan program pelatihan SEO, copywriting, publik speaking, dan lainnya, agar karyawan bisa lebih “pro” dalam mendalami suatu keahlian.

2. Mentoring dan Coaching

Tidak selamanya, karyawan akan menjadi staf atau bawahan. Ketika karyawan diberi kesempatan untuk bisa rotasi ke posisi yang lebih tinggi, mereka juga harus bisa memiliki keahlian mentoring dan coaching.

Pasalnya, ketika mereka naik posisi, maka akan ada staf di bawahnya yang harus dirangkul. Nah, di sini perusahaan bisa memperkenalkan karyawan dengan mentor atau coach, yang dapat membantu mereka dalam perkembangan karir mereka.

3. Evaluasi Kinerja

Mungkin Anda pernah mendengar istilah Raker atau Rapat Kerja, yang biasa dilakukan setiap setahun sekali, atau per kuartal. Rapat kerja ini adalah kegiatan berupa evaluasi kinerja, yang sudah dilakukan oleh karyawan dan timnya.

Dari evaluasi tersebut, perusahaan bisa menilai kinerja masing-masing karyawan secara teratur, untuk membantu karyawan memahami kinerja dan potensi mereka.

4. Program Mobilitas Karir

Kuliahnya apa, kerjanya apa! Eits, nggak masalah lho! Justru, gali potensi keahlian di banyak bidang, seluas-luasnya. Di sini, perusahaan bisa memfasilitasi mobilitas karir bagi karyawan, dengan membantu mereka memasuki bidang yang berbeda dalam organisasi.

Misalnya, dari posisi digital marketing, perusahaan memberikan kesempatan karyawan untuk belajar di posisi community development, atau posisi lainnya. Sehingga, karyawan tidak mentok di dalam lingkaran karir yang di situ-situ saja.

5. Insentif Karir

Posisi sudah naik, kok gaji nggak ikut naik ya? Nah ini! Perusahaan seringkali mampu untuk bisa menaikan jabatan seorang karyawan, tapi tidak dengan gajinya. 

Meski hanya naik dari staf ke leader, setidaknya perusahaan bisa menyesuaikan gaji dengan tanggung jawab karyawan, yang tentunya lebih tinggi. Di sini, perusahaan bisa memberikan kenaikan gaji, plus memberikan insentif kepada karyawan yang mampu berkembang, dan mencapai tujuan karir mereka.

6. Peluang Pembelajaran

Ketika ada teknologi baru, di situ pasti ada peluang pembelajaran baru. Perusahaan juga bisa memfasilitasi peluang pembelajaran dan pengalaman bagi karyawan, untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru.

Misalnya, zaman sekarang divisi HRD sudah bisa bekerja, dibantu dengan teknologi berupa perangkat lunak atau software, yang mampu memudahkan pekerjaan HRD. Sehingga, para HRD masa kini, bisa mulai belajar tentang teknologi baru ini, untuk diterapkan di dunia kerja.

Kok bisa? Dahulu sebelum ada teknologi software HRIS (Human Resources Information System) seperti sekarang ini, tim HRD harus bekerja secara manual, mulai dari absensi manual, buat surat cuti manual, buat payroll manual, hingga membuat laporan pajak manual.

Ribet dan lama? Tentu saja! Belum lagi kalau ada data karyawan yang salah, dokumen absen yang hilang atau rusak. Sehingga, data tidak bisa diolah untuk keperluan perhitungan gaji hingga tunjangan.

Nah, untungnya sekarang ada software HRIS, sebut saja seperti Nusawork yang mampu memudahkan semua pekerjaan HRD, bahkan secara online dan realtime!

Nusawork sendiri merupakan sebuah software HR berbasis web dan aplikasi, yang dapat membantu perusahaan untuk mengatasi permasalahan operasional harian karyawan, hingga tren terbaru di dunia HR.

Dengan software ini, Anda juga bisa tracking semua data terkait karyawan, secara real time. Nantinya, data tersebut juga bisa digunakan sebagai patokan perhitungan gaji, pajak hingga tunjangan.

Tidak hanya itu, data-data tersebut juga bisa digunakan sebagai bahan analisa perusahaan, untuk mendukung kinerja karyawan, bahkan untuk membantu program pengembangan karir karyawan.

Nusawork juga memiliki fitur-fitur yang mumpuni lainnya, khususnya untuk segala penghitungan, yang membutuhkan keakuratan, seperti  penggajian karyawan (payroll), PPH 21, tunjangan, hingga BPJS!

Artikel Terkait

THR Cuma Numpang Lewat? Ini Cara Jitu Persiapan THR Biar Gak Boncos!

Blog

THR Cuma Numpang Lewat? Ini Cara Jitu Persiapan THR Biar Gak Boncos!

Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, dan satu hal yang paling dinantikan selain buka puasa bersama adalah THR (Tunjangan Hari Raya). Tapi jujur deh, sering gak sih merasa THR itu kayak “tamu” yang cuma mampir sebentar? Baru cair pagi, sorenya sudah habis buat checkout keranjang kuning atau bayar hutang paylater. Apa saja langkah- langkah yang harus kamu lakukan untuk persiapan THR?…

Baca:  Karyawan Keluar Dapat Pesangon? Berikut Penjelasan tentang Pesangon
nusawork
|
31 January, 2026
Transformasi Kantor Hijau: Mengapa Digitalisasi dan Efisiensi Energi Adalah Kewajiban Bisnis Terkini

Blog

Transformasi Kantor Hijau: Mengapa Digitalisasi dan Efisiensi Energi Adalah Kewajiban Bisnis Terkini

Di tahun 2026, wajah perkantoran telah berubah drastis. Jika beberapa tahun lalu gerakan tanpa kertas (paperless) dianggap sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kini kondisinya telah berbeda. Digitalisasi dan efisiensi energi untuk perkantoran telah bertransformasi menjadi kebutuhan regulasi yang mengikat bagi banyak sektor bisnis. Perusahaan yang lambat beradaptasi tidak hanya tertinggal dalam hal tren, tetapi juga berisiko…

Baca:  Pentingnya Pengembangan Keterampilan Soft Skills
nusawork
|
28 January, 2026
Strategi "Snowball" Warren Buffett: Membangun Kekayaan Melalui Konsistensi dan Kesederhanaan

Blog

Strategi “Snowball” Warren Buffett: Membangun Kekayaan Melalui Konsistensi dan Kesederhanaan

Banyak orang memimpikan kekayaan instan, namun Warren Buffett, pria yang dijuluki sebagai “Oracle of Omaha”, membuktikan bahwa kekayaan sejati dibangun di atas pondasi kesabaran. Buffett tidak menjadi miliarder dalam semalam; faktanya, lebih dari 90% kekayaannya justru didapatkan setelah ia melewati usia 50 tahun. Kisah hidupnya adalah pengingat bagi kita semua bahwa strategi finansial Warren Buffett berfokus pada kekuatan waktu dan…

Baca:  Siapa Bilang Pekerjaan sebagai HR Itu Mudah?
nusawork
|
24 January, 2026
nusawork

Siap untuk kerja lebih produktif dengan Nusawork?

Optimalkan administrasi HR perusahaan Anda dan tingkatkan produktivitas karyawan dengan sistem HR terintegrasi.