Navigasi 'Snake Level': Cara Tetap Slay di Tengah Politik Kantor yang Toxic

nusawork

|

3 January, 2026

Bagikan artikel ini

Icon Facebook

Icon Twitter

Navigasi 'Snake Level': Cara Tetap Slay di Tengah Politik Kantor yang Toxic

Dunia kerja itu nggak selamanya soal meeting produktif atau dapet praise di Slack. Kadang, realitanya lebih mirip survival show dengan bumbu drama yang nggak ada habisnya. Mulai dari rekan kerja yang hobi gatekeeping informasi, sampai atasan yang senang main favoritism.

Jangan Terjebak dalam Politik Kantor yang Toxic

Kalau kamu merasa terjebak di lingkungan yang "nggak banget" secara etika, jangan buru-buru pengen resign tanpa rencana. Kamu bisa kok tetap bersinar tanpa harus ikut terjebak dalam pusaran politik kantor toxic dan tentunya sangat melelahkan. Let’s dive into the ultimate guide to staying professional and keeping your mental health intact!

1. Bangun Personal Brand yang "High Value"

Daripada sibuk cari muka, lebih baik fokus membangun reputasi lewat hasil kerja yang nyata. Selanjutnya, pastikan kontribusimu terlihat tanpa harus menjatuhkan orang lain. Ketika kamu dikenal karena kompetensi dan integritas, orang akan berpikir dua kali untuk mencoba menarikmu ke dalam drama mereka. Jadilah sosok yang dicari karena solusi, bukan karena gosip.

Baca:  Sejarah Singkat Kaizen dan Ikigai : Rahasia Produktivitas dari Jepang

2. Set Boundary: Ramah Boleh, Curhat Jangan Kebalasan

Kita semua ingin punya work bestie, tapi ingat, kantor adalah ekosistem profesional. Oleh karena itu, penting untuk menjaga batasan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Hindari membagikan opini terlalu personal tentang rekan kerja lain atau manajemen kepada sembarang orang. Keep it classy, keep it lowkey.

3. Dokumentasi adalah Koentji (Save Your Receipts!)

Dalam lingkungan yang kurang etis, "katanya" bisa jadi senjata yang berbahaya. Maka dari itu, biasakan untuk mendokumentasikan segala instruksi atau kesepakatan penting melalui email atau chat resmi. Jika terjadi sesuatu yang nggak mengenakkan, kamu punya bukti konkret dan nggak cuma sekadar berasumsi. Ini bukan soal paranoid, ini soal proteksi diri.

Baca:  7 Alasan Kenapa Perusahaan Modern Menerapkan Sistem Kehadiran Online

4. Netralitas adalah Superpower-mu

Saat ada kubu-kubu tertentu yang mulai terbentuk, pilihan terbaik adalah menjadi "Swiss"—alias netral. Di sisi lain, tetaplah bersikap baik kepada siapa pun tanpa harus memihak. Jika diajak bergosip, cukup tanggapi dengan senyuman atau alihkan pembicaraan ke topik pekerjaan. Ingat, silence is a valid response.

5. Fokus pada Pengembangan Diri (Main Quest Only)

Anggap politik kantor yang toxic sebagai side quest yang nggak penting dan cuma buang-buang energi. Sebaliknya, fokuslah pada main quest-mu: yaitu pengembangan karier dan skillset. Manfaatkan waktu untuk belajar hal baru atau memperluas jejaring di luar lingkaran kantormu sekarang.


Pro-Tip: Politik kantor itu melelahkan, kalau kamu memasukkannya ke hati. Tetaplah jadi versi terbaik dirimu, kerja dengan etis, dan biarkan hasil kerjamu yang bicara. Protect your peace, always.

Baca:  Karyawan Tidak Mau Membayar Penalti: Bagaimana Ketentuan Sebenarnya?


Apakah perusahaan Anda siap untuk menerapkan aplikasi HRISHubungi tim Nusawork untuk demo gratis dan buktikan sendiri bagaimana HRIS mengubah cara Anda kelola karyawan menjadi lebih cerdas, cepat, dan berdampak. Nusawork - to make people smile.

Artikel Terkait

THR Cuma Numpang Lewat? Ini Cara Jitu Persiapan THR Biar Gak Boncos!

Blog

THR Cuma Numpang Lewat? Ini Cara Jitu Persiapan THR Biar Gak Boncos!

Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, dan satu hal yang paling dinantikan selain buka puasa bersama adalah THR (Tunjangan Hari Raya). Tapi jujur deh, sering gak sih merasa THR itu kayak “tamu” yang cuma mampir sebentar? Baru cair pagi, sorenya sudah habis buat checkout keranjang kuning atau bayar hutang paylater. Apa saja langkah- langkah yang harus kamu lakukan untuk persiapan THR?…

nusawork
|
31 January, 2026
Transformasi Kantor Hijau: Mengapa Digitalisasi dan Efisiensi Energi Adalah Kewajiban Bisnis Terkini

Blog

Transformasi Kantor Hijau: Mengapa Digitalisasi dan Efisiensi Energi Adalah Kewajiban Bisnis Terkini

Di tahun 2026, wajah perkantoran telah berubah drastis. Jika beberapa tahun lalu gerakan tanpa kertas (paperless) dianggap sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kini kondisinya telah berbeda. Digitalisasi dan efisiensi energi untuk perkantoran telah bertransformasi menjadi kebutuhan regulasi yang mengikat bagi banyak sektor bisnis. Perusahaan yang lambat beradaptasi tidak hanya tertinggal dalam hal tren, tetapi juga berisiko…

nusawork
|
28 January, 2026
Strategi "Snowball" Warren Buffett: Membangun Kekayaan Melalui Konsistensi dan Kesederhanaan

Blog

Strategi “Snowball” Warren Buffett: Membangun Kekayaan Melalui Konsistensi dan Kesederhanaan

Banyak orang memimpikan kekayaan instan, namun Warren Buffett, pria yang dijuluki sebagai “Oracle of Omaha”, membuktikan bahwa kekayaan sejati dibangun di atas pondasi kesabaran. Buffett tidak menjadi miliarder dalam semalam; faktanya, lebih dari 90% kekayaannya justru didapatkan setelah ia melewati usia 50 tahun. Kisah hidupnya adalah pengingat bagi kita semua bahwa strategi finansial Warren Buffett berfokus pada kekuatan waktu dan…

nusawork
|
24 January, 2026
nusawork

Siap untuk kerja lebih produktif dengan Nusawork?

Optimalkan administrasi HR perusahaan Anda dan tingkatkan produktivitas karyawan dengan sistem HR terintegrasi.