Dunia kerja itu nggak selamanya soal meeting produktif atau dapet praise di Slack. Kadang, realitanya lebih mirip survival show dengan bumbu drama yang nggak ada habisnya. Mulai dari rekan kerja yang hobi gatekeeping informasi, sampai atasan yang senang main favoritism.
Jangan Terjebak dalam Politik Kantor yang Toxic
Kalau kamu merasa terjebak di lingkungan yang "nggak banget" secara etika, jangan buru-buru pengen resign tanpa rencana. Kamu bisa kok tetap bersinar tanpa harus ikut terjebak dalam pusaran politik kantor toxic dan tentunya sangat melelahkan. Let’s dive into the ultimate guide to staying professional and keeping your mental health intact!
1. Bangun Personal Brand yang "High Value"
Daripada sibuk cari muka, lebih baik fokus membangun reputasi lewat hasil kerja yang nyata. Selanjutnya, pastikan kontribusimu terlihat tanpa harus menjatuhkan orang lain. Ketika kamu dikenal karena kompetensi dan integritas, orang akan berpikir dua kali untuk mencoba menarikmu ke dalam drama mereka. Jadilah sosok yang dicari karena solusi, bukan karena gosip.
2. Set Boundary: Ramah Boleh, Curhat Jangan Kebalasan
Kita semua ingin punya work bestie, tapi ingat, kantor adalah ekosistem profesional. Oleh karena itu, penting untuk menjaga batasan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Hindari membagikan opini terlalu personal tentang rekan kerja lain atau manajemen kepada sembarang orang. Keep it classy, keep it lowkey.
3. Dokumentasi adalah Koentji (Save Your Receipts!)
Dalam lingkungan yang kurang etis, "katanya" bisa jadi senjata yang berbahaya. Maka dari itu, biasakan untuk mendokumentasikan segala instruksi atau kesepakatan penting melalui email atau chat resmi. Jika terjadi sesuatu yang nggak mengenakkan, kamu punya bukti konkret dan nggak cuma sekadar berasumsi. Ini bukan soal paranoid, ini soal proteksi diri.
4. Netralitas adalah Superpower-mu
Saat ada kubu-kubu tertentu yang mulai terbentuk, pilihan terbaik adalah menjadi "Swiss"—alias netral. Di sisi lain, tetaplah bersikap baik kepada siapa pun tanpa harus memihak. Jika diajak bergosip, cukup tanggapi dengan senyuman atau alihkan pembicaraan ke topik pekerjaan. Ingat, silence is a valid response.
5. Fokus pada Pengembangan Diri (Main Quest Only)
Anggap politik kantor yang toxic sebagai side quest yang nggak penting dan cuma buang-buang energi. Sebaliknya, fokuslah pada main quest-mu: yaitu pengembangan karier dan skillset. Manfaatkan waktu untuk belajar hal baru atau memperluas jejaring di luar lingkaran kantormu sekarang.
Pro-Tip: Politik kantor itu melelahkan, kalau kamu memasukkannya ke hati. Tetaplah jadi versi terbaik dirimu, kerja dengan etis, dan biarkan hasil kerjamu yang bicara. Protect your peace, always.
Apakah perusahaan Anda siap untuk menerapkan aplikasi HRIS? Hubungi tim Nusawork untuk demo gratis dan buktikan sendiri bagaimana HRIS mengubah cara Anda kelola karyawan menjadi lebih cerdas, cepat, dan berdampak. Nusawork - to make people smile.