Lebih Pilih Aktivitas atau Hasil? Ini Dilema Seorang Atasan

Ali Putera

|

12 March, 2024

Bagikan artikel ini

Icon Facebook

Icon Twitter

Atasan

Atasan sering mengalami dilema saat menentukan untuk fokus pada aktivitas atau hasil kerja bawahan. Baca artikel berikut untuk tahu cara menanganinya!

Sumber : Liputan 6

Mengemban tugas sebagai atasan memang bukan hal yang mudah. Seorang atasan harus memiliki kemampuan untuk memimpin tim agar bisa mencapai target yang telah ditentukan sebelumnya. Atasan yang baik juga wajib memiliki visi jangka panjang sekaligus dapat menangani kendala yang terjadi di lapangan.

Nah, dalam proses memimpin tim kerja, tak jarang seorang atasan mengalami dilema. Apakah atasan sebaiknya fokus memantau aktivitas pekerjaan yang dilakukan bawahan atau memberi mereka kesempatan untuk berkreasi baru menilai hasilnya? Mana di antaranya yang lebih efektif dan memberi dampak signifikan bagi perusahaan?

Sumber : Gapura Office

Pilih Aktivitas, Bisa Menghambat Kreativitas

Dalam dunia kerja, lazim bagi seorang atasan untuk memantau aktivitas pekerjaan yang dilakukan anggota tim setiap hari. Tujuannya jelas, yaitu memastikan anggota tim tersebut bekerja optimal dan memberikan kontribusi yang maksimal bagi perusahaan. Pada situasi ini, bawahan harus selalu melaporkan kegiatannya secara detail kepada atasan.

Keunggulan menerapkan pola seperti ini adalah atasan dapat mengoptimalkan kinerja setiap anggota tim. Syaratnya, atasan wajib melakukan pendelegasian tugas dengan cermat sesuai kemampuan bawahan. Apabila ada hambatan, atasan harus segera melakukan evaluasi dan menyusun strategi baru untuk dijalankan oleh bawahan.

Pada titik tertentu, pola seperti ini dapat membuat seorang pemimpin tim mengalami kelelahan dan kehabisan waktu. Pasalnya, bawahan hanya berstatus sebagai pengikut. Tanpa arahan dari atasan, bawahan tidak ikut bergerak memajukan perusahaan. Hal ini karena bawahan tidak dilatih untuk berinisiatif dan hanya bekerja berdasarkan rutinitas.

Dampak lainnya, bawahan kehilangan kemampuan kreatif untuk menyelesaikan tugas-tugasnya setiap hari. Mereka hanya berpatokan pada panduan yang telah dibuat tanpa mempertimbangkan situasi di lapangan. Ini dapat mengakibatkan tim sulit berkembang. Meski cenderung lebih aman dilakukan, cara ini dapat menutup peluang inovasi.

Fokus Pada Hasil, Bisa Jadi Untung Atau Rugi!

Ada pula atasan yang bersifat lebih fleksibel dalam memimpin timnya. Tipe atasan seperti ini cenderung memberikan kebebasan kepada bawahan untuk bekerja dengan gayanya sendiri. Faktor penilaian dalam pekerjaan tidak terletak pada kepatuhan dan kerajinan, tetapi pada hasil kerja yang ditunjukkan anggota tim.

Tak jarang, ketika seseorang diberi kesempatan untuk menerapkan idenya, ia justru dapat menunjukkan hasil kerja yang lebih optimal. Pekerja seperti ini adalah aset yang berharga bagi perusahaan karena bisa memberikan kontribusi yang besar. Alhasil, perusahaan pun bisa merasakan manfaatnya.

Akan tetapi, tidak semua anggota tim bisa diperlakukan secara fleksibel. Ada pula tipe bawahan yang harus didorong saat bekerja supaya bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Ketika diberi target kerja tanpa arahan, pekerja ini justru mengalami kesulitan. Pada akhirnya ia tidak berperan apa pun bagi tim.

Ada sejumlah faktor yang membuat seorang pekerja tidak mampu menunjukkan hasil kerja yang optimal. Salah satunya adalah jumlah pengalaman yang dimiliki. Pekerja yang belum berpengalaman biasanya sulit untuk bekerja secara mandiri dan masih membutuhkan pendampingan. Faktor kreativitas seseorang juga berpengaruh.

Cermat Mengenal Karakter Anggota Tim

Seorang atasan wajib mengenal karakter dan latar belakang setiap anggota timnya. Anggota tim yang kreatif dan berpengalaman bisa diberi kesempatan untuk bekerja secara fleksibel agar mereka menghasilkan output yang optimal. Sebaliknya, mereka yang masih tergolong baru di bidang tersebut, harus dibantu dan diarahkan dengan penjabaran tugas yang lebih detail.

Atasan juga bisa mendorong anggota tim untuk memberikan hasil yang optimal dengan pemberian reward. Apresiasi yang tepat akan membuat anggota tim lebih semangat saat bekerja. Atasan tidak perlu lagi repot memantau aktivitas kerja bawahan satu per satu sehingga dapat menghemat energi dan tenaga.

Manajemen yang tepat akan membuat kinerja karyawan lebih optimal. Untuk mendukung produktivitas karyawan, perusahaan juga perlu menggunakan Nusawork. Ini adalah solusi administrasi dengan software HR yang sudah terdigitalisasi dan terotomasi. Dengan Nusawork, proses pencatatan kehadiran online akan lebih mudah dan praktis. Tersedia juga optimasi perhitungan payroll dan fitur lengkap lainnya yang bisa digunakan. Nah, untuk mendapatkan informasi lainnya, kamu bisa baca artikel lain di sini.

Tag :

karyawan

Artikel Terkait

THR Cuma Numpang Lewat? Ini Cara Jitu Persiapan THR Biar Gak Boncos!

Blog

THR Cuma Numpang Lewat? Ini Cara Jitu Persiapan THR Biar Gak Boncos!

Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, dan satu hal yang paling dinantikan selain buka puasa bersama adalah THR (Tunjangan Hari Raya). Tapi jujur deh, sering gak sih merasa THR itu kayak “tamu” yang cuma mampir sebentar? Baru cair pagi, sorenya sudah habis buat checkout keranjang kuning atau bayar hutang paylater. Apa saja langkah- langkah yang harus kamu lakukan untuk persiapan THR?…

Baca:  Akhir Tahun Bukan Penutup: Cara Evaluasi Kinerja Untuk Meningkatkan Produktivitas Awal Tahun
nusawork
|
31 January, 2026
Transformasi Kantor Hijau: Mengapa Digitalisasi dan Efisiensi Energi Adalah Kewajiban Bisnis Terkini

Blog

Transformasi Kantor Hijau: Mengapa Digitalisasi dan Efisiensi Energi Adalah Kewajiban Bisnis Terkini

Di tahun 2026, wajah perkantoran telah berubah drastis. Jika beberapa tahun lalu gerakan tanpa kertas (paperless) dianggap sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kini kondisinya telah berbeda. Digitalisasi dan efisiensi energi untuk perkantoran telah bertransformasi menjadi kebutuhan regulasi yang mengikat bagi banyak sektor bisnis. Perusahaan yang lambat beradaptasi tidak hanya tertinggal dalam hal tren, tetapi juga berisiko…

Baca:  Karyawan Tidak Mau Membayar Penalti: Bagaimana Ketentuan Sebenarnya?
nusawork
|
28 January, 2026
Strategi "Snowball" Warren Buffett: Membangun Kekayaan Melalui Konsistensi dan Kesederhanaan

Blog

Strategi “Snowball” Warren Buffett: Membangun Kekayaan Melalui Konsistensi dan Kesederhanaan

Banyak orang memimpikan kekayaan instan, namun Warren Buffett, pria yang dijuluki sebagai “Oracle of Omaha”, membuktikan bahwa kekayaan sejati dibangun di atas pondasi kesabaran. Buffett tidak menjadi miliarder dalam semalam; faktanya, lebih dari 90% kekayaannya justru didapatkan setelah ia melewati usia 50 tahun. Kisah hidupnya adalah pengingat bagi kita semua bahwa strategi finansial Warren Buffett berfokus pada kekuatan waktu dan…

Baca:  Daftar Lengkap UMP dan UMR di Indonesia Tahun 2024
nusawork
|
24 January, 2026
nusawork

Siap untuk kerja lebih produktif dengan Nusawork?

Optimalkan administrasi HR perusahaan Anda dan tingkatkan produktivitas karyawan dengan sistem HR terintegrasi.