Feedback Tanpa 'Baper': Cara Membangun Budaya Kritik Sehat di Kantor

nusawork

|

12 January, 2026

Bagikan artikel ini

Icon Facebook

Icon Twitter

Feedback Tanpa 'Baper': Cara Membangun Budaya Kritik Sehat di Kantor

Pernahkah Anda merasa perut mulas hanya karena melihat notifikasi pesan dari bos yang berbunyi, "Bisa ke ruangan saya sebentar?" Jika iya, kemungkinan besar budaya feedback di tempat kerja atau kantor Anda masih terasa menakutkan. Padahal, feedback seharusnya menjadi bahan bakar untuk bertumbuh, bukan hantu yang menjatuhkan mental.

Membangun budaya kritik yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar keberanian untuk bicara jujur. Ini tentang bagaimana kita menyampaikan pesan tanpa menghancurkan rasa percaya diri rekan kerja. Mari kita bahas cara melakukannya dengan lebih "manusiawi".

1. Fokus pada Perilaku, Bukan Personalitas

Kesalahan terbesar saat memberi masukan adalah menyerang karakter seseorang. Misalnya, daripada bilang "Kamu malas banget, ya," jauh lebih baik jika Anda berkata, "Saya perhatikan laporan kamu dalam dua minggu terakhir sering terlambat dari tenggat waktu."

Dengan demikian, karyawan tidak akan merasa dipojokkan secara personal. Mereka akan fokus pada masalah teknis yang memang perlu diperbaiki, bukan merasa dirinya gagal sebagai manusia.

2. Gunakan Metode 'Sandwich' (Tapi Jangan Terasa Palsu)

Metode klasik ini adalah menyelipkan kritik di antara dua pujian. Namun demikian, jangan sampai pujian yang Anda berikan terasa seperti basa-basi belaka.

Mulailah dengan mengapresiasi apa yang sudah berjalan baik, sampaikan poin yang perlu diperbaiki dengan jelas, lalu tutup dengan kalimat penyemangat tentang potensi mereka di masa depan. Selain itu, pastikan nada bicara Anda tetap tenang agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan kepala dingin.

Baca:  Mengenal Aturan Cuti Karyawan di UU Cipta Kerja: Mana yang Berlaku dan Mana yang Berubah?

3. Feedback Harus Bersifat Dua Arah

Komunikasi yang sehat bukanlah instruksi satu arah. Setelah Anda memberikan masukan, cobalah bertanya: "Bagaimana menurutmu? Ada kendala yang bisa saya bantu?"

Oleh karena itu, karyawan akan merasa bahwa feedback ini adalah bentuk dukungan perusahaan terhadap karier mereka, bukan sekadar ajang cari-cari kesalahan. Mendengarkan perspektif karyawan juga bisa membantu manajer memahami akar masalah yang mungkin selama ini tidak terlihat.

4. Jangan Menunggu Sampai Evaluasi Tahunan

Menyimpan kritikan selama berbulan-bulan hanya akan menciptakan bom waktu. Sebagai hasilnya, saat masalah tersebut akhirnya dibahas, karyawan mungkin sudah lupa detail kejadiannya atau merasa tidak adil karena kesalahannya dibiarkan menumpuk.

Berikan masukan secara rutin dan sesegera mungkin. Feedback kecil yang diberikan secara santai saat kopi pagi sering kali jauh lebih efektif daripada sesi formal yang menegangkan di akhir tahun.

Baca:  Workforce Optimization, Kunci Rahasia Tingkatkan Efisiensi dan Produktivitas Bisnis Anda

Kritik Adalah Bentuk Kepedulian

Membangun Budaya Feedback di Tempat Kerja yang sehat memang butuh waktu. Namun, saat karyawan merasa aman untuk salah dan diberi ruang untuk belajar, produktivitas justru akan meningkat dengan sendirinya.

Ingat, tujuan akhir dari feedback adalah perbaikan, bukan penghakiman. Maka dari itu, mari kita ubah gaya komunikasi kita menjadi lebih suportif dan transparan.

Baca:  Peran AI Dalam Mengubah Masa Depan Manajemen SDM

Apakah tim Anda masih kesulitan mengelola jadwal evaluasi kinerja secara rutin? Gunakan fitur Performance Management dari Nusawork untuk menjadwalkan sesi feedback yang lebih teratur, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Coba Gratis Sekarang

Artikel Terkait

Mengenal Aturan Cuti Karyawan di UU Cipta Kerja: Mana yang Berlaku dan Mana yang Berubah?

Dunia HR

Mengenal Aturan Cuti Karyawan di UU Cipta Kerja: Mana yang Berlaku dan Mana yang Berubah?

Banyak simpang siur informasi mengenai hilangnya beberapa hak cuti sejak UU Cipta Kerja diberlakukan. Namun demikian, kenyataannya tidak semua cuti dihapus. Pemerintah tetap mengatur standar minimal yang harus dipatuhi perusahaan untuk menjamin kesejahteraan pekerja. Mari kita bedah satu per satu agar tidak ada lagi keraguan antara hak karyawan dan kewajiban perusahaan, juga apa saja aturan cuti karyawan yang berlaku pada…

nusawork
|
09 January, 2026
Kesalahan Payroll yang Sering Terjadi, HR Wajib Tahu Ini

Dunia HR

Kesalahan Payroll yang Sering Terjadi, HR Wajib Tahu Ini

Bagi tim HR dan manajemen, payroll bukan sekadar menghitung angka. Ia adalah detak jantung perusahaan: memastikan karyawan menerima haknya tepat waktu, akurat, dan transparan. Namun, kenyataannya banyak perusahaan masih berhadapan dengan masalah dan kesalahan payroll yang berulang dan melelahkan. Mengapa Payroll Sering Jadi Momok bagi HR? Beberapa kesalahan payroll yang sering terjadi: Human Error dalam Input Data Salah memasukkan jam…

nusawork
|
26 December, 2025
Efisiensi Kerja Akhir Tahun: Saatnya HR dan Manajemen Bertransformasi

Dunia HR

Efisiensi Kerja Akhir Tahun: Saatnya HR dan Manajemen Bertransformasi

Setiap akhir tahun, HR dan manajemen menghadapi rutinitas yang melelahkan, mulai dari laporan kinerja, perhitungan payroll, bonus, hingga evaluasi SDM. Di balik tumpukan data, ada tekanan psikologis yang nyata: Karyawan menunggu kepastian bonus dan apresiasi. HR kewalahan dengan administrasi manual yang rawan kesalahan. Manajemen cemas apakah strategi SDM tahun depan bisa lebih efisien. Masalahnya, banyak perusahaan masih bergantung pada sistem…

nusawork
|
22 December, 2025
nusawork

Siap untuk kerja lebih produktif dengan Nusawork?

Optimalkan administrasi HR perusahaan Anda dan tingkatkan produktivitas karyawan dengan sistem HR terintegrasi.