Dilema Karier: Kapan Harus Pindah Kerja, Bertahan atau Mengembangkan Diri?

nusawork

|

28 November, 2025

Bagikan artikel ini

Icon Facebook

Icon Twitter

Dilema Karier: Kapan Harus Pindah Kerja, Bertahan atau Mengembangkan Diri?

Setiap profesional, di satu titik dalam hidupnya, pasti menghadapi persimpangan jalan ini. Anda merasa tidak nyaman, entah karena bosan, lingkungan yang kurang suportif, atau gaji yang stagnan. Pertanyaan besar yang muncul adalah: Kapan harus pindah kerja? Apakah perasaan ini hanya fase sementara, atau benar-benar sinyal bahwa sudah waktunya mencari tantangan baru?

Mendapatkan jawaban yang tepat membutuhkan lebih dari sekadar emosi; ini memerlukan Pengambilan Keputusan Karier yang strategis.

Bagian I: Alasan Kuat untuk Bertahan dan Berkembang

Seringkali, keinginan untuk pindah muncul saat kita merasa cemas atau bosan. Namun, ada beberapa skenario di mana bertahan justru menjadi investasi terbaik bagi masa depan Anda.

Baca:  Offboarding yang Efektif: Lebih dari Sekadar Perpisahan

Pertama, Fokus pada Career Growth Internal. Jika perusahaan Anda masih menawarkan peluang pembelajaran, pelatihan, atau jalur promosi yang jelas, manfaatkanlah. Pindah sebelum skill Anda mencapai tingkat master di posisi saat ini bisa menjadi self-sabotage. Sebagai tambahan, bertahan menunjukkan loyalitas dan kemampuan Anda mengatasi tantangan, yang sangat bernilai di mata perekrut masa depan.

Kedua, Menghindari Stigma Job Hopping. Pindah terlalu sering (misalnya, setiap 12–18 bulan) dapat menimbulkan pertanyaan bagi perekrut. Mereka mungkin akan bertanya-tanya, apakah Anda tidak mampu berkomitmen? Oleh karena itu, pastikan Anda telah menghabiskan setidaknya dua tahun di posisi tersebut, mempelajari semua yang bisa dipelajari, sebelum mengambil langkah.

Bagian II: Indikator Kuat untuk Segera Pindah (The Red Flags)

Meskipun bertahan itu baik, ada situasi di mana bertahan justru merugikan kesehatan mental dan profesional Anda. Inilah jawaban lugas mengenai Kapan harus pindah kerja:

  1. Stagnasi Pembelajaran Total: Jika Anda telah melakukan pekerjaan yang sama selama lebih dari satu tahun tanpa tantangan baru, tidak ada skill baru yang dipelajari, dan atasan Anda tidak tertarik mendengarkan ide inovasi Anda. Dengan kata lain, perusahaan Anda telah menjadi zona nyaman yang beracun (toxic comfort zone).

  2. Kepuasan Kerja yang Nol: Kepuasan Kerja tidak hanya tentang gaji. Jika lingkungan kerja Anda terasa sangat toxic, nilai-nilai perusahaan bertentangan dengan nilai pribadi Anda, atau Anda merasa kesehatan mental Anda menurun drastis setiap hari Senin, ini adalah tanda bahaya serius. Tidak ada uang yang sebanding dengan kesehatan.

  3. Masalah Gaji yang Tidak Teratasi: Anda telah bernegosiasi, Anda telah menunjukkan nilai, tetapi gaji Anda jauh di bawah standar pasar (setelah riset mendalam). Namun demikian, jangan jadikan ini satu-satunya alasan, tetapi ini adalah faktor yang valid jika semua opsi negosiasi sudah tertutup.

Baca:  Tren Terbaru Dalam Dunia HR Mulai dari Hybrid Hingga Otomasi.

Bagian III: Melakukan Evaluasi Peluang dan Pengambilan Keputusan

Membuat keputusan pindah kerja haruslah didasarkan pada data, bukan hanya emosi sesaat. Gunakan metodologi strategis:

1. Analisis Situasi Saat Ini (S.W.O.T Internal):

  • Strengths: Apa yang sudah Anda capai di sini?

  • Weaknesses: Apa kekurangan perusahaan yang menghambat Career Growth Anda?

  • Opportunities: Peluang apa yang hilang jika Anda bertahan?

  • Threats: Apa risiko jika Anda pindah sekarang (misalnya, ketidakstabilan di perusahaan baru)?

2. Evaluasi Peluang di Luar (External Evaluation): Lakukan Evaluasi Peluang dengan membuat tabel perbandingan. Bandingkan pekerjaan saat ini dengan prospek baru (Gaji, Lingkungan, Budaya, Jarak Tempuh, Prospek Career Growth). Pastikan tawaran baru memecahkan minimal 70% masalah yang Anda hadapi saat ini, bukan hanya menukar satu masalah dengan masalah yang lain.

Baca:  Penting Bagi Karyawan! Ini Contoh Slip Gaji Karyawan Sederhana

Jadi, kapan harus pindah kerja?

Pada akhirnya, Kapan harus pindah kerja adalah keputusan yang harus Anda buat dengan jujur pada diri sendiri. Pindah pekerjaan adalah langkah strategis, bukan pelarian emosional. Jika Anda yakin telah mengambil semua yang bisa Anda ambil dari posisi Anda saat ini dan growth Anda telah mencapai batas, maka inilah saatnya Anda menapakkan kaki ke tangga karier berikutnya.


Apakah perusahaan Anda siap untuk menerapkan aplikasi HRISHubungi tim Nusawork untuk demo gratis dan buktikan sendiri bagaimana HRIS mengubah cara Anda kelola karyawan menjadi lebih cerdas, cepat, dan berdampak. Nusawork - to make people smile.

Artikel Terkait

Feedback Tanpa 'Baper': Cara Membangun Budaya Kritik Sehat di Kantor

Dunia HR

Feedback Tanpa ‘Baper’: Cara Membangun Budaya Kritik Sehat di Kantor

Pernahkah Anda merasa perut mulas hanya karena melihat notifikasi pesan dari bos yang berbunyi, “Bisa ke ruangan saya sebentar?” Jika iya, kemungkinan besar budaya feedback di tempat kerja atau kantor Anda masih terasa menakutkan. Padahal, feedback seharusnya menjadi bahan bakar untuk bertumbuh, bukan hantu yang menjatuhkan mental. Membangun budaya kritik yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar keberanian untuk bicara jujur….

nusawork
|
12 January, 2026
Mengenal Aturan Cuti Karyawan di UU Cipta Kerja: Mana yang Berlaku dan Mana yang Berubah?

Dunia HR

Mengenal Aturan Cuti Karyawan di UU Cipta Kerja: Mana yang Berlaku dan Mana yang Berubah?

Banyak simpang siur informasi mengenai hilangnya beberapa hak cuti sejak UU Cipta Kerja diberlakukan. Namun demikian, kenyataannya tidak semua cuti dihapus. Pemerintah tetap mengatur standar minimal yang harus dipatuhi perusahaan untuk menjamin kesejahteraan pekerja. Mari kita bedah satu per satu agar tidak ada lagi keraguan antara hak karyawan dan kewajiban perusahaan, juga apa saja aturan cuti karyawan yang berlaku pada…

nusawork
|
09 January, 2026
Kesalahan Payroll yang Sering Terjadi, HR Wajib Tahu Ini

Dunia HR

Kesalahan Payroll yang Sering Terjadi, HR Wajib Tahu Ini

Bagi tim HR dan manajemen, payroll bukan sekadar menghitung angka. Ia adalah detak jantung perusahaan: memastikan karyawan menerima haknya tepat waktu, akurat, dan transparan. Namun, kenyataannya banyak perusahaan masih berhadapan dengan masalah dan kesalahan payroll yang berulang dan melelahkan. Mengapa Payroll Sering Jadi Momok bagi HR? Beberapa kesalahan payroll yang sering terjadi: Human Error dalam Input Data Salah memasukkan jam…

nusawork
|
26 December, 2025
nusawork

Siap untuk kerja lebih produktif dengan Nusawork?

Optimalkan administrasi HR perusahaan Anda dan tingkatkan produktivitas karyawan dengan sistem HR terintegrasi.