Masuk Kerja saat Pemilu, Emang Boleh?

Ali Putera

|

20 March, 2024

Bagikan artikel ini

Icon Facebook

Icon Twitter

Beberapa karyawan mengaku tetap masuk kerja saat pemilu berlangsung, meski sebenarnya hari itu ditetapkan sebagai hari libur.

Sumber : SindoNews

Pemerintah secara resmi telah menetapkan hari pemilihan umum atau Pemilu yang berlangsung pada tanggal 14 Februari lalu sebagai hari libur nasional. Meski demikian, tak sedikit karyawan yang melaporkan tetap harus bekerja di hari tersebut setelah memberikan hak suara.

Lalu, apakah karyawan yang tetap bekerja saat hari Pemilu berhak untuk mendapat upah lembur? Bagaimana aturan kebijakan terkait hal ini? Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini!

Pemilu

Sumber : Okezone

Karyawan yang Masuk saat Pemilu Berhak Atas Upah Lembur

Ternyata, karyawan yang tetap masuk bekerja pada hari pemilihan umum memiliki hak penuh untuk mendapatkan upah lembur. Ini karena mereka harus bekerja lebih dari waktu yang ditetapkan, termasuk pada hari libur di akhir pekan maupun libur nasional seperti Pemilu.

Kebijakan ini telah tertulis dalam Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2024 yang Membahas Mengenai Pelaksanaan Hari Libur Bagi Pekerja maupun Buruh pada Hari dan Tanggal Pemungutan Suara Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Selanjutnya, Menteri Ketenagakerjaan juga menambahkan bahwa perusahaan memang wajib memberi upah lembur maupun hak lain kepada para karyawan yang masih harus bekerja pada hari libur.

Cara Menghitung Upah Lembur

Tak sedikit karyawan yang bertanya-tanya, bagaimana cara menghitung upah lembur yang benar. Tujuannya supaya mereka mengetahui berapa besar upah yang didapat dan apakah telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tidak hanya ketika Pemilu, perhitungan ini juga berlaku untuk waktu lembur pada hari libur lainnya. Berikut caranya:

1. Waktu kerja 6 hari

Khusus untuk karyawan dengan jam kerja dalam seminggu selama 40 jam dan 6 hari, rumus menghitung upah lembur adalah sebagai berikut:

  • Sebanyak 2x besar upah satu jam untuk jam ke-1 sampai jam ke-7.
  • Sebanyak 3x besar upah satu jam untuk jam ke-8.
  • Sebanyak 4x besar upah 1 jam untuk jam ke-9 sampai jam ke-11.

Misalnya, seorang karyawan memiliki gaji bulanan sebesar Rp4 juta. Langkah pertama, hitung berapa besar upah per jam yang diperoleh. Caranya yaitu membagi gaji bulanan dan semua tunjangan dengan 173. Dari rumus tersebut, maka didapatkan upah per jamnya adalah Rp23.121.

Selanjutnya cukup kalikan dengan aturan di atas. Misalnya, karyawan bekerja lembur selama 8 jam saat hari libur. Jadi, besar upah lembur yang diperoleh adalah Rp23.121 x 3 x 8, hasilnya Rp554.913.

2. Waktu kerja 5 hari

Sementara itu, bagi karyawan dengan waktu bekerja selama 40 jam dan 5 hari dalam seminggu, cara menghitung upah lemburnya adalah sebagai berikut:

  • Sebanyak 2x besar upah satu jam untuk jam ke-1 sampai ke-8.
  • Sebanyak 3x besar upah satu jam untuk jam ke-9.
  • Sebanyak 4x besar upah satu jam untuk jam ke-10 sampai jam ke-12.

Masih menggunakan gaji bulanan pada contoh sebelumnya, bedanya karyawan memiliki jam kerja selama 5 hari dan harus bekerja ekstra 10 jam saat Pemilu. Maka digunakan rumus Rp23.121 x 4 x 10, yaitu Rp924.855.

Meski terbilang mudah, diperlukan kehati-hatian dalam menghitung besar upah saat harus bekerja lembut seperti masa Pemilu kemarin. Agar lebih mudah, perusahaan bisa menggunakan software atau aplikasi HR seperti Nusawork.

Dengan menggunakan software tersebut perusahaan tidak hanya lebih mudah dalam menghitung upah lembur, tetapi juga menghitung besar gaji karyawan, mengelola absensi, dan mengatur data karyawan dengan terorganisir.

Selain itu, perusahaan juga dapat menghitung besar pajak dan pemotongan lain seperti BPJS tanpa perlu tambahan biaya ekstra untuk membayar jasa konsultan. Ini karena, perusahaan harus tahu aturan dan cara menghitung iuran BPJS karyawan dengan tepat. Tak hanya tim HR, bagian Finance juga sangat terbantu dengan mudahnya menyusun laporan keuangan dengan software ini. Terlepas dari semuanya, pastikan perusahaan untuk selalu memberikan upah lembur yang layak dan sesuai peraturan hukum pada karyawan.

Artikel Terkait

THR Cuma Numpang Lewat? Ini Cara Jitu Persiapan THR Biar Gak Boncos!

Blog

THR Cuma Numpang Lewat? Ini Cara Jitu Persiapan THR Biar Gak Boncos!

Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, dan satu hal yang paling dinantikan selain buka puasa bersama adalah THR (Tunjangan Hari Raya). Tapi jujur deh, sering gak sih merasa THR itu kayak “tamu” yang cuma mampir sebentar? Baru cair pagi, sorenya sudah habis buat checkout keranjang kuning atau bayar hutang paylater. Apa saja langkah- langkah yang harus kamu lakukan untuk persiapan THR?…

Baca:  Simak 10 Jenis Pekerjaan WFA (Work From Anywhere) Paling Dicari Perusahaan pada 2024
nusawork
|
31 January, 2026
Transformasi Kantor Hijau: Mengapa Digitalisasi dan Efisiensi Energi Adalah Kewajiban Bisnis Terkini

Blog

Transformasi Kantor Hijau: Mengapa Digitalisasi dan Efisiensi Energi Adalah Kewajiban Bisnis Terkini

Di tahun 2026, wajah perkantoran telah berubah drastis. Jika beberapa tahun lalu gerakan tanpa kertas (paperless) dianggap sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kini kondisinya telah berbeda. Digitalisasi dan efisiensi energi untuk perkantoran telah bertransformasi menjadi kebutuhan regulasi yang mengikat bagi banyak sektor bisnis. Perusahaan yang lambat beradaptasi tidak hanya tertinggal dalam hal tren, tetapi juga berisiko…

Baca:  Biaya PPh21 Makin Tinggi Kalau Jabatan Tinggi? Benarkah?
nusawork
|
28 January, 2026
Strategi "Snowball" Warren Buffett: Membangun Kekayaan Melalui Konsistensi dan Kesederhanaan

Blog

Strategi “Snowball” Warren Buffett: Membangun Kekayaan Melalui Konsistensi dan Kesederhanaan

Banyak orang memimpikan kekayaan instan, namun Warren Buffett, pria yang dijuluki sebagai “Oracle of Omaha”, membuktikan bahwa kekayaan sejati dibangun di atas pondasi kesabaran. Buffett tidak menjadi miliarder dalam semalam; faktanya, lebih dari 90% kekayaannya justru didapatkan setelah ia melewati usia 50 tahun. Kisah hidupnya adalah pengingat bagi kita semua bahwa strategi finansial Warren Buffett berfokus pada kekuatan waktu dan…

Baca:  Simak 10 Jenis Pekerjaan WFA (Work From Anywhere) Paling Dicari Perusahaan pada 2024
nusawork
|
24 January, 2026
nusawork

Siap untuk kerja lebih produktif dengan Nusawork?

Optimalkan administrasi HR perusahaan Anda dan tingkatkan produktivitas karyawan dengan sistem HR terintegrasi.